Progres Capai 70 Persen, Biaya Pengembangan 100% Gratis
Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Pemuda Negeri Laha, Sulaiman Mewar. Ia menjelaskan bahwa progres pengembangan e-commerce saat ini telah mencapai 70 persen.

Menariknya, seluruh biaya pengembangan platform ini tidak menggunakan dana desa maupun iuran warga. Sulaiman menegaskan bahwa proyek ini 100 persen gratis.
“E-commerce ini sedang dalam pengembangan, saat ini sudah mencapai 70%. Terkait biaya pengembangan, ini 100% gratis. Ini partisipasi dan support dari teman-teman di Jakarta untuk turut serta membangun ekonomi UMKM Negeri Laha khususnya dan UMKM Kota Ambon umumnya bahkan UMKM di Maluku,” jelas Sulaiman Mewar.
Intip Produk Lokal: Dari Nasi Kalapa Ikan Bakar Hingga Kue Khas Maluku
Dari pantauan tim redaksi pada platform UMKM LAHA yang sedang dalam tahap pengembangan, saat ini sudah menampilkan 8 produk lokal. Beberapa kuliner khas yang menjadi unggulan (produk dummy untuk pengembangan) antara lain:
Nasi Kalapa Ikan Bakar Colo-colo – Rp 25.000 per porsi
Rating 4.9 – UMKM Lokal. Kuliner khas dengan ikan bakar segar disajikan dengan nasi kalapa dan sambal colo-colo.
Hasidah – Rp 45.000 per paket
Khas makanan lokal yang hanya dijumpai saat bulan puasa. Rating 4.9 – UMKM Lokal.
Pisang Epe & Kue Cara
Pisang Epe: Camilan untuk menemani waktu santai. Kue Cara: Kue tradisional untuk teman minum teh atau kopi.
Kehadiran produk-produk seperti Nasi Kalapa, Hasidah, Pisang Epe, dan Kue Cara menunjukkan komitmen pemuda untuk mengangkat kuliner autentik Maluku agar dapat diakses lebih luas secara digital.
Tujuan: Perkuat Ekonomi Lokal dan Ekonomi Daerah
Menurut Sulaiman, tujuan utama dari pengembangan e-commerce Negeri Laha adalah untuk pengembangan ekonomi lokal. Dengan adanya platform digital milik sendiri, UMKM tidak lagi bergantung pada marketplace nasional yang persaingannya sangat ketat dan biaya admin tinggi.
“Tujuannya jelas untuk pengembangan ekonomi lokal dan tentunya ekonomi daerah. Kita ingin produk-produk UMKM Laha seperti kuliner, kerajinan, dan produk kreatif lainnya bisa naik kelas dan dijual secara online,” tambahnya.
Tidak Hanya Untuk Negeri Laha, Terbuka Untuk UMKM se-Ambon dan Maluku
Kedepan, Kepemudaan Negeri Laha tidak ingin platform ini eksklusif. Setelah launching untuk UMKM Negeri Laha, akses akan dibuka secara bertahap untuk pelaku UMKM lain.
“Kedepan selain UMKM Negeri Laha, akan membuka akses untuk UMKM Kota Ambon bahkan UMKM di Maluku untuk berjualan di e-commerce Negeri Laha. Kita ingin tumbuh bersama,” ungkapnya.
Harapkan Dukungan Pemerintah Kota Ambon
Untuk keberlanjutan dan pengembangan yang lebih besar, Pemerintah Negeri Laha berharap ada dukungan penuh dari stakeholder terkait.
“Pemerintah Negeri Laha mengharapkan kedepannya peran serta Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini mensupport e-commerce ini agar bisa menjadi ekosistem digital yang berkelanjutan bagi UMKM,” tutup Sulaiman Mewar.
Penulis: Redaks



Comment