LAHA, Ambon – EkspresiIndonesia.com – Sebuah lompatan besar bagi ekonomi kreatif di Maluku terjadi hari ini. Aplikasi e-commerce kebanggaan anak Negeri Laha, UMKM Laha, resmi mengumumkan progres pengembangannya telah mencapai 90%.
Saat ini, aplikasi yang digagas oleh Pemuda Negeri Laha tersebut telah memasuki fase paling penting, yaitu uji coba pendaftaran toko UMKM dan upload produk secara mandiri melalui sistem. Para pelaku usaha sudah bisa merasakan langsung bagaimana mudahnya membawa produk mereka ke dunia digital.
Fase Saat Ini: Katalog Digital yang Mempertemukan UMKM dan Pembeli
Pada tahap pengembangan saat ini, UMKM Laha masih bersifat sebagai katalog digital yang mempertemukan secara langsung antara UMKM sebagai penjual dan pembeli. Konsep ini sengaja dibuat sederhana namun powerful, agar transaksi awal tetap humanis dan membangun kepercayaan.
Pembeli dapat melihat katalog produk lengkap dengan foto, harga, deskripsi, dan profil toko UMKM, kemudian terhubung langsung dengan penjual untuk proses negosiasi dan transaksi awal. Model ini sangat efektif untuk edukasi digital bagi UMKM yang baru pertama kali go-online, tanpa pusing memikirkan sistem pembayaran yang rumit di tahap awal.
Bagi pelaku UMKM yang ingin menjadi bagian dari gelombang pertama ini, pendaftaran telah dibuka secara resmi. Cukup akses portal seller di bawah ini:
DAFTAR TOKO UMKM LAHA SEKARANG – GRATIS TAHAP UJI COBA
https://umkmlaha.culobo.com/seller/login
Daftar -> Verifikasi Toko -> Upload Produk -> Jualan!
Roadmap Masa Depan: Dari Katalog Menuju Super-App UMKM Maluku
Meski saat ini masih berupa katalog, tim pengembang UMKM Laha telah menyiapkan roadmap pengembangan yang sangat ambisius dan terstruktur untuk menjadikan platform ini sebagai Super-App UMKM pertama di Maluku.
1. Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi: Virtual Account & QRIS
Tahap selanjutnya yang akan segera dikembangkan adalah implementasi sistem pembayaran modern. UMKM Laha akan dilengkapi dengan Virtual Account (VA) dari berbagai bank dan pembayaran QRIS yang terintegrasi. Dengan ini, pembeli dari seluruh Indonesia bisa melakukan pembayaran secara instan, aman, dan otomatis terverifikasi tanpa perlu konfirmasi manual. Ini akan meningkatkan kepercayaan pembeli dan mempercepat perputaran uang bagi UMKM.
2. Aplikasi Delivery Berbasis Ojek Konvensional Lokal
Ini yang paling ditunggu! UMKM Laha tidak akan melupakan kearifan lokal. Selanjutnya akan dikembangkan aplikasi delivery yang memanfaatkan ojek konvensional yang ada di Negeri Laha dan sekitarnya. Para tukang ojek lokal akan dikoneksikan langsung ke dalam sistem UMKM Laha. Jadi, ketika ada pesanan, ojek terdekat bisa langsung mengambil dan mengantarkan produk ke pembeli. Selain mempercepat pengiriman, program ini juga akan membuka lapangan kerja baru dan memberdayakan ojek lokal agar ikut naik kelas di era digital.
3. Go Mobile: Aplikasi Android di Play Store
Puncak dari semua pengembangan adalah transformasi menjadi aplikasi mobile native. UMKM Laha akan dikembangkan lagi menjadi file APK / Aplikasi Android yang mudah di-download langsung dari Google Play Store. Dengan adanya aplikasi di genggaman, baik penjual maupun pembeli akan jauh lebih mudah bertransaksi kapan saja dan di mana saja. Notifikasi pesanan, chat pembeli, dan manajemen toko bisa dilakukan hanya dari HP.
Harapan Kepala Kepemudaan Negeri Laha
Menanggapi progres 90% dan roadmap yang jelas ini, Kepala Kepemudaan Negeri Laha, Sulaiman Mewar, menyampaikan rasa bangga dan harapan besar.
“Tahap pengembangan saat ini masih sifatnya katalog yang mempertemukan UMKM dan pembeli, ini adalah pondasi yang kuat. Namun kita tidak berhenti di situ. Akan terus kita kembangkan menggunakan sistem pembayaran Virtual Account dan QRIS, selanjutnya kita kembangkan aplikasi delivery yang memanfaatkan ojek konvensional agar bisa terkoneksi dengan UMKM Laha, dan dikembangkan lagi menjadi APK/Aplikasi Android agar mudah di-download dari Play Store. Harapan kami, aplikasi ini akan membantu UMKM Negeri Laha dan tentunya UMKM se-Maluku dalam meningkatkan pemasaran. Ini adalah mimpi besar pemuda Laha untuk Maluku,” tegas Sulaiman Mewar.
Visi ini sejalan dengan semangat kemandirian ekonomi pemuda. Dari katalog sederhana, menjadi marketplace dengan pembayaran digital, lalu menjadi layanan antar berbasis komunitas, hingga menjadi aplikasi nasional yang bisa di-download jutaan orang.
Dengan progres yang sudah 90%, ajakan terbuka bagi seluruh UMKM di Negeri Laha dan Maluku untuk segera mendaftarkan diri sebagai seller perintis kini menjadi momentum emas.
Jangan jadi penonton, jadilah bagian dari sejarah digitalisasi UMKM Maluku! Daftar sekarang.



Comment