Pracimasana—foto Pracimasana yang diambil melalui keindahan Taman Pracima Tuin
Surakarta—Surakarta atau yang kerap dikenal masyarakat sebagai kota Solo kembali tampil dengan segudang destinasi wisata yang kian memanjakan mata. Kini sebuah restoran dengan konsep fine dining ala keluarga bangsawan Jawa tempo dulu hadir memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mencicipi makanan khas yang menggugah selera.
Pracimasana, yang berada di tengah Taman Pracima Tuin, sebelumnya, merupakan area eksklusif khusus keluarga ningrat yang baru saja dibuka untuk umum pada tahun 2023. Bangunan yang masih berdiri kokoh bersamaan dengan Pracimaloka dan Pracimawisik telah melalui revitalisasi yang mengagungkan kembali tema kemewahan yang dibalut dalam tradisi.
Untuk menikmati santapan lezat di Pracimasana, pengunjung harus terlebih dahulu melakukan reservasi melalui situs resmi atau WhatsApp. Restoran ini memiliki kapasitas terbatas. Apabila sedang ramai, masing-masing orang diberikan waktu sebanyak 90 menit untuk menikmati makanan serta pemandangan sesuai dengan rentang waktu yang telah dipilih. Pemesanan juga ditetapkan dengan minimal pemesanan sebesar Rp 150.000 per orang.
Menu yang ditawarkan restoran ini tidak umum untuk dijumpai di daerah Surakarta. Paduan sempurna antara kelas dan budaya yang menjadi satu menciptakan nuansa baru bagi para penggemar kuliner dan kisah sejarah Mangkunegaraan yang megah.

Bebek Confit—foto salah satu menu andalan pengunjung ketika menikmati hidangan di Pracimasana
Menu andalan di Pracimasana antara lain adalah Bebek Confit, yaitu bebek yang dimasak menggunakan lemak bebek melalui proses masak selama 8 jam, lalu disajikan dengan salad segar dan saus bebek yang dimasak dengan resep warisan keluarga Mangkunegaran. Selain itu, tersedia juga minuman tradisional seperti kunyit asam, beras kencur, dan teh Pracimasana yang diracik dengan rempah-rempah khas Indonesia.
Pengunjung yang ingin merasakan atmosfer menyantap hidangan lezat di Pracimasana diharuskan untuk memakai pakaian rapi, menghindari penggunaan kaus oblong, celana pendek, sandal jepit, batik dengan motif lereng atau parang, serta kebaya berbahan beludru berwarna hitam atau biru sebagai bentuk menghormati keluarga kerajaan yang ada di sana.
Pracimasana tidak hanya menawarkan eksklusivitas, tetapi juga kebudayaan dan nilai lokal.
(Umar J.R.)



Comment