Yogyakarta, Ekspresiindonesia.com – Aparat Polresta Yogyakarta melakukan tindakan tegas dengan menggerebek dan menyegel tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara No. 27, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Penggerebekan yang dilakukan pada Jumat (24/4/2026) sore mengungkap dugaan praktik penganiayaan massal dan perlakuan tidak manusiawi terhadap puluhan balita.
“Satuan Reserse Polresta Jogja Jumat sore telah melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” ujar Adrian dikutip dari detikJogja, Sabtu (25/4/2026).
Setidaknya 53 anak balita dilaporkan menjadi korban kekerasan fisik. Jumlah ini diduga masih bisa bertambah seiring berjalannya penyelidikan.
Pihak kepolisian kini telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dari total 30 orang yang sempat diamankan. Para tersangka terdiri dari pengasuh, dan pimpinan yayasan.
Saat ini, lokasi Little Aresha telah dipasangi garis polisi dan operasionalnya dihentikan sepenuhnya untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui DP3AP2KB Kota Yogyakarta memastikan bahwa Little Aresha tidak memiliki izin operasional resmi sebagai tempat penitipan anak.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan akan melakukan penyisiran (sweeping) terhadap seluruh daycare di wilayahnya untuk memastikan legalitas dan keamanan tempat penitipan anak.
“Kami akan men- sweeping semua tempat-tempat yang menyelenggarakan penitipan anak di Kota Yogyakarta, karena seperti kemarin yang terjadi (Little Aresha) itu kan tidak ada izin. Hanya ada yayasannya, tapi tidak ada izinnya seperti TPA, PAUD atau TK itu tidak ada izinnya,” kata Hasto dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, KemenPPPA dan KPAI juga telah turun tangan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para korban serta mendalami adanya indikasi perlakuan sistematis dalam operasional lembaga tersebut.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari karyawan baru yang merasa janggal dengan prosedur di lokasi tersebut, serta keluhan dari para orang tua yang melihat perubahan fisik pada anak-anak mereka. (MR)



Comment