LAHA, ekspresiindonesia.com – Semangat gotong royong pemuda Negeri Laha kembali terlihat di kawasan wisata kuliner Titang Amerika. Di tengah geliat ekonomi kreatif pesisir yang terus tumbuh, sebuah gapura baru perlahan mulai berdiri di pintu masuk kawasan kuliner tersebut. Gapura itu bukan dibangun oleh kontraktor besar, melainkan oleh tangan-tangan pemuda Laha sendiri.
Pembangunan gapura wisata kuliner Titang Amerika ini terwujud berkat dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina senilai Rp 10.200.000. Bantuan tersebut menjadi pemantik semangat baru bagi warga, khususnya para pemuda untuk membenahi wajah kawasan wisata kebanggaan mereka.
Di lapangan, Kepala Pemuda Negeri Laha, Sulaiman Mewar, terlihat tidak tinggal diam. Ia turun langsung menggerakkan puluhan pemuda untuk kerja bakti. Sejak pagi, suara adukan semen, tumpukan bata merah, dan cangkul beradu dengan semangat kebersamaan. Dari foto yang diterima redaksi, terlihat fondasi gapura di sisi kiri dan kanan jalan mulai diplester, dengan latar belakang papan bertuliskan “Laha Divepacker” yang menjadi penanda kawasan tersebut.
“Katong tidak mau tunggu bantuan besar baru bergerak. Kalau katong pemuda tidak bangun negeri sendiri, siapa lagi. Alhamdulillah Pertamina bantu lewat CSR, katong pemuda yang kerja. Ini gapura untuk identitas Titang Amerika,” ujar Sulaiman Mewar saat ditemui di lokasi pembangunan, Selasa (7/10/2025) sore.
Menurut Sulaiman, bantuan senilai Rp 10,2 juta itu dimanfaatkan secara maksimal untuk pembelian material seperti semen, bata merah, pasir dan upah tukang. Namun pengerjaannya dilakukan secara gotong royong agar dana tersebut bisa cukup dan hasilnya bisa dirasakan bersama. Ia menyebut, gapura ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol bahwa Negeri Laha serius mengelola potensi wisatanya.
Kawasan wisata kuliner Titang Amerika sendiri dalam beberapa bulan terakhir memang mencuri perhatian. Selain menjadi pusat kuliner olahan hasil laut, kawasan ini juga menjadi ruang tumbuhnya UMKM pesisir, tempat nongkrong anak muda, hingga destinasi yang sempat dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ir. Rimaniar Julindra beberapa waktu lalu.
Dengan adanya gapura, kata Sulaiman, pengunjung akan lebih mudah mengenali kawasan tersebut. Selama ini, wisatawan yang datang dari Kota Ambon maupun luar masih sering kebingungan mencari titik masuk Titang Amerika.
“Dulu orang masuk masih tanya-tanya, mana Titang Amerika. Dengan gapura ini, orang dari jauh sudah tau, oh ini kawasan wisata kuliner Laha. Katong ingin buat kesan pertama itu rapi dan menarik,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Pertamina yang telah peduli terhadap pengembangan wisata berbasis masyarakat di Negeri Laha. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan melalui program CSR dan pemuda lokal adalah model pembangunan yang ideal dan harus terus didorong.
“Terima kasih untuk Pertamina. Bantuan ini memang tidak besar secara nilai, tapi dampaknya besar untuk katong. Katong buktikan, dengan Rp 10,2 juta saja katong bisa gerakkan pemuda, bisa bangun gapura. Ini bukti kalau pemuda Laha itu ada dan mau kerja,” tegas Sulaiman.
Rencananya, setelah gapura selesai, Pemuda Negeri Laha akan melanjutkan penataan kawasan dengan pengecatan, pemasangan lampu hias, dan papan informasi kuliner. Mereka berharap, langkah kecil ini bisa mendapat dukungan lanjutan dari pemerintah negeri, kecamatan, maupun stakeholder lain.
Warga sekitar pun menyambut positif pembangunan tersebut. Salah seorang pemilik lapak kuliner mengaku senang karena kawasan mereka kini terlihat lebih tertata dan memiliki identitas yang jelas.
Dari pesisir Laha, semangat itu terlihat nyata. Bukan tentang megahnya gapura yang dibangun, tetapi tentang bagaimana pemuda bergerak bersama, menjaga kampung, dan membangun harapan dari gerbang wisata mereka sendiri.



Comment