Foto—Peringatan wafatnya tokoh besar, Habib Idrus Bin Salim Aljufri, atau yang akrab disapa Guru Tua. (Sumber: sulteng.antaranews.com)
Palu, Ekspresi Indonesia—Peringatan wafatnya tokoh besar dan pendiri Alkhairaat, Habib Idrus Bin Salim Aljufri, atau yang akrab disapa Guru Tua, dipastikan bakal menjadi sorotan nasional. Dalam agenda Haul ke-57 yang dijadwalkan berlangsung pada 12 April 2025, sedikitnya lima menteri dari Kabinet Merah Putih akan hadir langsung di Kompleks Pengurus Besar Alkhairaat, Palu.
Ketua panitia pelaksana, Habib Idrus bin Abdillah Al Jufri, menyampaikan bahwa Menteri Agama, Nasarudin Umar, secara pribadi telah mengonfirmasi kehadirannya. “Beliau bahkan menegaskan sendiri komitmennya untuk hadir dalam acara Haul Guru Tua,” ungkap Habib Idrus, Selasa (11/4).
Tak hanya Menteri Agama, empat pejabat setingkat menteri lainnya juga direncanakan hadir, yaitu Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Tahun ini, Haul Guru Tua mengangkat tema yang cukup menggugah: memperkuat pemahaman tentang figur Guru Tua di tengah situasi sosial yang mulai mempertanyakan relevansi dan peran tokoh tersebut dalam sejarah Islam dan bangsa.
“Haul tahun ini berbeda. Ini bukan hanya seremonial, tapi bentuk jawaban terhadap keraguan sebagian kalangan yang mempertanyakan eksistensi perjuangan Guru Tua dalam membangun dakwah, pendidikan, dan sosial di kawasan Indonesia Timur,” tegas Habib Idrus.
Ia juga menyebut, masyarakat dari luar Sulawesi, khususnya dari Pulau Jawa, menunjukkan antusiasme tinggi untuk hadir. Banyak dari mereka ingin menyaksikan secara langsung jejak perjuangan Guru Tua yang selama ini dikenal sebagai pemersatu umat lintas agama dan suku.
“Guru Tua bukan hanya milik umat Islam di Timur Indonesia, beliau adalah tokoh yang menjembatani perbedaan, membangun komunikasi lintas iman, lintas suku, bahkan meretas sekat-sekat kebangsaan,” lanjutnya.
Selain jajaran menteri, sejumlah kepala daerah turut dijadwalkan hadir, antara lain Gubernur Kalimantan Utara Zainal Paliwang, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, dan Wali Kota Bitung Hengky Honandar.
Warga sekitar lokasi pelaksanaan haul juga menunjukkan dukungan penuh dengan membuka rumah mereka secara sukarela untuk menampung para tamu. “Panitia pun telah menyiapkan fasilitas tambahan seperti asrama haji yang dapat digunakan secara gratis oleh para peziarah,” pungkas Habib Idrus.
(Abah Adi)



Comment