AMBON, EkspresiIndonesia.com – Ada yang beda di penghujung Oktober ini. Kalau biasanya orang ke Laha cuma untuk mengejar pesawat di Bandara Pattimura, akhir bulan ini Laha bakal berubah jadi pusat keramaian Maluku. Namanya Sahari di LahaSuang.
Sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Perempuan Indonesia Maju (PIM) DPD Provinsi Maluku ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul. Tagline-nya jelas dan nendang: “Menghidupkan Tradisi, Mengembangkan Potensi Negeri, Berdampak”. Dan seperti ajakan khas orang Ambon, “Mari Kasi Pono dan Kasi Rame!”
Catat tanggalnya: Sabtu, 31 Oktober 2026, mulai jam 6 pagi sampai abis, di Jembatan Amerika dan Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon. Lokasi yang ikonik, di mana matahari terbit bertemu dengan aroma ikan bakar dan tawa masyarakat pesisir.
Laha Bukan Sekadar Nama Bandara, Tapi Dapur Potensi Maluku
Selama ini orang mengenal Laha karena Bandara Internasional Pattimura. Padahal, di balik hiruk pikuk pesawat Batik Air dan Wings Air yang hilir mudik – seperti yang sering terlihat di pagar bandara – Laha menyimpan harta karun: UMKM kuliner yang luar biasa, perajin tas rajut seperti Sifah Rajut Laha-Maluku yang produknya sudah dipasarkan di E-Commerce UMKM Laha httpshttps://umkmlaha.culobo.com, hingga tradisi Suang yang harus terus dihidupkan.
Itulah kenapa Perempuan Indonesia Maju Maluku memilih LahaSuang sebagai panggung pertama. LahaSuang adalah akronim dari Laha yang disatukan dengan semangat Suang – sebuah filosofi hidup orang Maluku tentang kebersamaan, gotong royong, dan saling menguatkan.
Ketua DPD Perempuan Indonesia Maju Provinsi Maluku dalam keterangannya menyebut, Sehari di LahaSuang adalah wujud nyata perempuan mengambil peran. Bukan hanya di dapur, tapi di jantung ekonomi negeri.
“Kami ingin membuktikan, ketika perempuan diberi panggung, tradisi hidup, ekonomi bergerak, dan dampaknya terasa sampai ke rumah-rumah. Sahari di LahaSuang ini dari perempuan, oleh perempuan, untuk semua orang Maluku.”
Empat Magnet Utama yang Bikin Wajib Datang
Flayer yang beredar di media sosial memang sudah bikin penasaran. Tapi apa saja sih yang bikin Sahari di LahaSuang ini beda dari bazar biasa? Ini bocorannya:
1. Hiburan Musik Pesisir yang Bikin Lupa Pulang
Jangan bayangkan panggung megah. Bayangkan panggung sederhana di atas Jembatan Amerika, dengan latar sunset Teluk Ambon, penyanyi lokal membawakan lagu-lagu Ambon manise, dari Pop Ambon sampai Sawat. Penonton duduk lesehan sambil makan, anak-anak berlarian, perahu-perahu nelayan bersandar. Itulah esensi hiburan rakyat Maluku yang sesungguhnya.
2. Bazzar UMKM & Kuliner Lokal – Surga Lidah
Ini yang paling ditunggu. Puluhan UMKM binaan akan turun. Mulai dari ikan asar Laha yang asapnya mengepul, papeda kuah kuning, sambal colo-colo, hingga jajanan modern olahan sagu. Dan tentu saja, produk ekonomi kreatif seperti tas rajut handmade Sifah Rajut yang selama ini hanya dilihat lewat foto di pagar bandara, kini bisa dilihat, diraba, dan dibeli langsung. Semua transaksi dari warga untuk warga.
3. Layanan NIB GRATIS – Dari Jualan Jadi Pengusaha Resmi
Ini yang paling berdampak! Berkolaborasi dengan DPMPTSP Provinsi Maluku, panitia membuka layanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) GRATIS di lokasi. Jadi, mama-mama yang jualan ikan bakar atau tas rajut yang belum punya legalitas usaha, bisa langsung daftar di tempat. Pulang dari Sahari, statusnya bukan lagi penjual biasa, tapi pengusaha resmi yang bisa akses KUR, masuk e-katalog, dan Go Digital. Ini yang disebut “Berdampak”.
4. Door Prize Menarik – Ada Kipas Angin Sampai Tumbler Eksklusif
Panitia menyiapkan door prize yang sangat relevan dengan kebutuhan warga pesisir: kipas angin, termos air, payung, dan tumbler. Hadiah sederhana tapi sangat berarti, apalagi untuk cuaca Laha yang panas. Syaratnya gampang, cukup datang, belanja, dan Kasi Rame!
Didukung Penuh Stakeholder Besar
Acara sebesar ini tidak mungkin jalan sendiri. Flayer Sahari di LahaSuang mencantumkan dukungan dari kekuatan besar yang menunjukkan keseriusan:
- Pemerintah Provinsi Maluku & Pemerintah Kota Ambon sebagai pembina wilayah
- DPMPTSP Provinsi Maluku sebagai eksekutor legalitas UMKM
- PERTAMINA yang selama ini konsisten mendukung UMKM di sekitar wilayah operasional
- Pattimura International Airport by InJourney Airports – tuan rumah yang membuka akses Laha ke dunia
- GEKRAFS Maluku (Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional) yang mendorong produk lokal naik kelas
Kolaborasi ini membuktikan bahwa membangun Maluku tidak bisa parsial. Bandara, BUMN, pemerintah, dan organisasi perempuan harus duduk satu meja – atau dalam konteks ini, satu Jembatan Amerika.
Mari Kasi Pono dan Kasi Rame: Ajakan untuk Beta, Ale, Semua!
Apa arti Kasi Pono dan Kasi Rame? Dalam dialek Ambon, “Kasi Pono” artinya Kasi Penuh, Kasi Full, Kasi Jadi. “Kasi Rame” artinya mari kita ramaikan, kita hidupkan. Jadi ajakannya adalah: mari kita penuhi Jembatan Amerika, kita ramaikan Negeri Laha, kita hidupkan ekonomi orang asli negeri sendiri.
Jadi, untuk kamu yang di Ambon, yang punya keluarga di Laha, yang kangen ikan bakar pagi, atau yang cuma mau cari tas rajut cantik untuk oleh-oleh, jangan lewatkan.
Sahari di LahaSuang bukan hanya tentang satu hari di Laha. Ini tentang bagaimana satu hari bisa mengubah nasib banyak orang. Tentang bagaimana tradisi yang dihidupkan bisa menjadi mesin ekonomi baru. Dan tentang bagaimana perempuan Maluku membuktikan: katong bisa!
INGAT:
📅 Sabtu, 31 Oktober 2026
⏰ Jam 06.00 WIT – Sampai Abis
📍 Jembatan Amerika & Negeri Laha, Teluk Ambon
🎟️ GRATIS & Terbuka Untuk Umum
Sampai ketemu di LahaSuang! Beta tunggu Ale!
Penulis: Tim Redaksi | Editor: EkspresiIndonesia.com
Untuk informasi stand UMKM dan pendaftaran NIB Gratis, hubungi Panitia Perempuan Indonesia Maju DPD Maluku.
Tags: Sahari di LahaSuang, Perempuan Indonesia Maju Maluku, UMKM Maluku, Bazar Laha, Jembatan Amerika, NIB Gratis Ambon, Wisata Ambon, Kuliner Laha, Gekrafs Maluku, Pattimura Airport



Comment