Advertisement
Internasional Peristiwa
Home / Peristiwa / Terpilih Jadi Paus Pertama dari AS, Leo XIV Disebut Reformis Berpengaruh di Tengah Tradisi Vatikan

Terpilih Jadi Paus Pertama dari AS, Leo XIV Disebut Reformis Berpengaruh di Tengah Tradisi Vatikan

Foto—Paus Leo XIV yang baru terpilih menjadi paus pascakonklaf 7–8 Mei menyampaikan salam dan berkatnya dari Balkon Basilika Santo Petrus untuk yang pertama kali. (Sumber: Tiziana Fabi/AFP)

Jakarta, Ekspresi IndonesiaVatikan resmi memiliki pemimpin baru setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April lalu. Kardinal Robert Francis Prevost, seorang warga negara ganda Amerika Serikat dan Peru, terpilih sebagai Paus Leo XIV dalam konklaf yang berlangsung selama tiga putaran sejak Rabu, 7 Mei.

Terpilihnya Paus Leo XIV menandai babak baru dalam sejarah Gereja Katolik. Ia menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat, sekaligus menambah warna baru pada pucuk kepemimpinan tertinggi umat Katolik. Tokoh berusia 69 tahun ini sebelumnya menjabat sebagai Uskup Agung Chicago serta memimpin Keuskupan Chiclayo di Peru antara 2015 hingga 2023.

Karier panjangnya sebagai misionaris di Amerika Selatan memperkuat profilnya sebagai pemimpin yang memahami denyut kehidupan umat Katolik di kawasan yang menampung hampir 40 persen dari total populasi Katolik global. Keterlibatannya di Komisi Kepausan untuk Amerika Latin turut memperluas pengaruh dan visinya dalam membangun hubungan dengan hierarki Gereja di kawasan tersebut.

Di lingkup internal Vatikan, Leo XIV sebelumnya dipercaya memimpin Dikasteri untuk Uskup, lembaga penting yang menentukan penunjukan uskup di seluruh dunia. Dalam peran tersebut, ia mendapat sorotan karena mendorong inklusivitas, termasuk dengan melibatkan perempuan dalam proses seleksi calon uskup, sebuah langkah yang dianggap progresif di kalangan internal Gereja.

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Dalam wawancaranya bersama Vatican News usai ditunjuk sebagai pemimpin Dikasteri, Prevost menyatakan identitasnya sebagai seorang misionaris tetap melekat. “Panggilan saya, seperti semua orang Kristen, adalah menjadi misionaris—mewartakan Injil di mana pun seseorang berada,” katanya kala itu.

Dikenal sebagai tokoh reformis, Paus Leo XIV membawa harapan akan perubahan dalam struktur Gereja yang selama ini dinilai kaku dan eksklusif. Penunjukannya dianggap sebagai kesinambungan dari visi Paus Fransiskus, yang turut mengangkatnya menjadi Kardinal semasa hidupnya.

Langkah awal Paus Leo XIV diperkirakan akan mengarah pada penguatan peran Amerika Latin dan modernisasi tata kelola Vatikan. Dengan latar belakangnya yang berakar kuat di lapangan, banyak pihak menanti arah kebijakan baru yang akan diambil pemimpin ke-267 Gereja Katolik ini.

 

(Damar L.R.)

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Jumat, 17/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:04

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×