Advertisement
Infrastruktur Internasional Peristiwa
Home / Peristiwa / Spanyol Dan Portugal Gelap Gulita: Fenomena Atmosfer Misterius Lumpuhkan Dua Negara Sekaligus

Spanyol Dan Portugal Gelap Gulita: Fenomena Atmosfer Misterius Lumpuhkan Dua Negara Sekaligus

Foto—Suasana mati lampu di beberapa kora besar Spanyol dan Portugal. (Sumber: Susana Vera)

Jakarta, Ekspresi Indonesia —
Kawasan Iberia dikejutkan oleh pemadaman listrik massal yang terjadi secara mendadak pada Senin siang, 28 April 2025. Peristiwa ini memaksa jutaan warga di Spanyol dan Portugal beraktivitas dalam gelap, memicu kekacauan nasional dan memunculkan kekhawatiran akan kerentanan infrastruktur energi kawasan.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa seluruh upaya tengah difokuskan untuk memulihkan distribusi listrik secara menyeluruh. Hingga Senin malam, sekitar 50 persen dari total kebutuhan nasional telah berhasil dipulihkan, dan pemerintah menargetkan pemulihan total pada hari berikutnya. Meski begitu, Sánchez mengakui penyebab pasti dari insiden tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Belum ada kesimpulan final. Semua kemungkinan sedang dianalisis secara menyeluruh, dan kami tidak menutup satu pun hipotesis,” ujar Sánchez, dikutip dari laporan The Guardian.

Insiden ini disebut sebagai salah satu gangguan kelistrikan terparah yang pernah terjadi di wilayah Eropa Barat. Operator energi Portugal, REN, menyebut penyebab utama sebagai fenomena atmosferik langka yang memicu ketidakseimbangan suhu ekstrem, mengganggu stabilitas jaringan listrik tegangan tinggi. Fenomena yang dijuluki sebagai “getaran atmosferik terinduksi” itu diyakini menjadi penyebab utama hilangnya sinkronisasi sistem kelistrikan antarnegara di kawasan Eropa.

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Dampak langsung dari krisis ini sangat luas dan destruktif. Jaringan metro, layanan kereta antarkota, lampu lalu lintas, sistem perbankan, hingga akses internet lumpuh total. Ribuan warga terjebak di dalam lift dan kereta bawah tanah, sementara bandara dan jalan raya berubah menjadi lautan kekacauan. Di Madrid, warga bahkan harus berjalan menembus terowongan gelap hanya bermodalkan cahaya ponsel. Supermarket yang hanya menerima pembayaran tunai dipenuhi antrean panjang.

Sistem layanan publik pun lumpuh sebagian. Beberapa rumah sakit menunda operasi elektif dan hanya mampu mempertahankan layanan darurat berkat generator cadangan. Mayoritas mesin ATM dan sistem pembayaran digital tak berfungsi, memaksa warga kembali menggunakan uang tunai.

Kondisi darurat ini mengingatkan publik pada pemadaman besar di Amerika Serikat tahun 2003. Di Madrid, Wali Kota Jose Luis Martinez-Almeida menyerukan warga agar tetap berada di tempat masing-masing demi kelancaran operasi layanan darurat. Turnamen tenis Madrid Open bahkan terpaksa dihentikan sementara akibat krisis.

Puncak gangguan tercatat terjadi pukul 12.33 siang waktu setempat, saat 15 gigawatt—setara 60 persen konsumsi nasional—tiba-tiba hilang dari sistem selama lima detik. Operator Red Electrica memperkirakan waktu pemulihan memerlukan hingga sepuluh jam, mengingat skala dan kompleksitas kerusakan yang terjadi.

Sebagai bentuk solidaritas kawasan, Prancis dan Maroko dikabarkan telah menyalurkan pasokan listrik darurat ke Spanyol. Pemerintah Spanyol juga mengoptimalkan produksi listrik dari gas dan tenaga air domestik untuk menstabilkan kembali jaringan. Sementara itu, tambahan pasukan keamanan dari Kepolisian Nasional dan Guardia Civil disiagakan guna menjaga ketertiban umum.

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

Hingga pukul 22.00 malam, sekitar 62 persen gardu listrik di Spanyol telah kembali berfungsi. Namun, gangguan besar masih terjadi di sektor telekomunikasi karena sebagian besar antena belum mendapat pasokan listrik.

Di sektor transportasi, kereta api mengalami dampak terparah. Lebih dari 35 ribu penumpang terjebak dalam lebih dari 100 kereta. Sebagian besar telah dievakuasi, namun 11 kereta di wilayah terpencil masih menunggu penyelamatan. Dari total 6.000 jadwal penerbangan di hari itu, tercatat 344 dibatalkan.

Sementara itu, Portugal juga menghadapi kondisi serupa. Di Lisbon, sistem metro berhenti total, ATM tidak beroperasi, dan layanan pembayaran elektronik terhenti. Otoritas air EPAL mengeluarkan peringatan akan kemungkinan terganggunya suplai air bersih. Penduduk pun berbondong-bondong memborong air minum, lampu darurat, radio baterai, dan bahkan generator rumahan.

Meski sebagian pasokan telah kembali, kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang pentingnya sistem ketahanan energi lintas negara yang lebih adaptif terhadap anomali alam.

(Damar L.R.)

Betawi Kian Ramai Ditampilkan, Tapi Diam-Diam Mulai Ditinggalkan?  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Jumat, 17/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:04

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×