Bang Midun sedang disidang sama Engkong Haji karena kesalahannya yang ia lakukan hari ini. Saat itu Bang Mada bestienya juga tak bisa banyak membantu, karena saat melakukan hal tersebut sebenarnya ia sudah berusaha mencegah, namun Bang Midun tetap saja tak mendengarkan.
Apa yang diperbuat Bang Midun? Yaitu menyampaikan kembali isi pengajian Engkong Haji yang baru saja ia dengar kemarin di medsos. Menurutnya ilmu tersebut jarang diketahui orang lain, dan banyak orang yang salah gara-gara belum pernah dengar pembahasan anyar tersebut.
Namun masalahnya, Bang Midun menambahkan kata-kata provokasi di medsos, mengarang kalimat yang menyudutkan orang lain seolah-olah dia yang paling benar sendiri. Padahal ia saja baru dengar ilmu itu pertama kalinya.
Bang Midun menulis dalam medsosnya, bahwa seorang muslim tidak boleh mengucapkan Ramadhan saja tanpa menyebut bulan di depannya. Karena frase “Bulan Ramadhan” adalah satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan.
Dalilnya dalam surat Al-Baqarah ayat 185 sebagai satu-satunya ayat yang disebut kata Ramadhan dalam Al-Qur’an, ternyata di situ Allah mendahului dengan kata syahru yang berarti bulan.
Jadi, orang yang hanya berkata Ramadhan saja tanpa didahului bulan, dia telah mengada-adakan perkara baru yang tidak ada contohnya dalam Al-Qur’an! Begitu tulis Bang Midun.
Bahkan Bang Midun menyebutkan nama-nama besar para ulama yang memakruhkan pengucapan Ramadhan saja tanpa kata bulan, seperti Al-Imam Al-Baihaqi dan Al-Imam Al-Qurtubi. Semua ditulis dengan gaya bahasa yang sangat meyakinkan seolah Bang Midun adalah penuntut ilmu yang sudah puluhan tahun mendalami agama.
“Ente ini baru tahu ilmu tersebut, kok bisa-bisanya menyalahkan orang lain? Merasa ente paling pintar sendiri?” Engkong Haji bersuara cukup tegas kali ini. Bukan apa-apa, pengajian kemarin itu belum membahas hingga tuntas. Inilah celakanya Bang Midun.
Ilmu tersebut ternyata hanya sebagian kecil dari apa yang sejatinya ingin diutarakan Engkong Haji. Rupanya yang didengar Bang Midun belum sempurna, masih sekedar pendahuluannya saja.
Sore ini Engkong Haji melengkapinya lagi. Bahwa dalam masalah menyebut Ramadhan saja tanpa kata bulan, terdapat perbedaan pendapat ulama yang harus kita hormati. Misalnya Al-Imam Nawawi justru membolehkan penyebutan demikian.
Dalilnya adalah hadist riwayat Muslim, Rasulullah saw bersabda ketika Ramadhan datang pintu-pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan syaitan dibelenggu. Nah, pada hadits itu Rasulullah mengucap Ramadhan saja, tanpa kata bulan.
Bang Midun menyesali perbuatannya. Pada bulan yang mulia seperti ini mengapa ia justru menyinggung saudaranya sesama muslim hanya karena perbedaan pendapat. Niatnya ingin menunjukkan bahwa dia yang paling benar, justru jadi kelihatan bahwa dia yang paling dangkal.
Semoga peristiwa tersebut untuk pelajaran bagi kita juga agar jangan menjadi Midun-Midun baru. Mari mengakui kekurangan diri sendiri bahwa kita ini belum tahu apa-apa. Bukankah lebih indah jika saling memuliakan satu sama lain.
Berada di bulan mulia. Saat yg tepat untuk belajar saling memuliakan.
Sumber: arafat_channel



Comment