Negeri Laha atau disebut juga dengan Amang Toisapu merupakan bagian paling ujung sebelah utara Kota Ambon dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Maluku Tengah, Negeri Laha berjarak kurang lebih 14Km dari Kota Ambon, Negeri Laha merupakan satu-satunya Negeri adat di Kota Ambon yang memiliki bahasa tanah (Bahasa Asli Negeri Laha) dan masih dilestarikan sampai saat ini.
Terpilih sebagai salah satu nominasi Desa Wisata pada tahun 2024 menjadi kebanggaan warga Kota Ambon. Dengan geografis yang strategis Negeri Laha dapat dengan mudah dijangkau, Negeri Laha berada tepat di sebelah timur Bandara Pattimura Laha-Ambon, berjarak kurang lebih satu kilometer dari Bandara Pattimura Laha-Ambon, juga di bagian timur dan selatan terbentang Teluk Ambon dengan pemandangan Kota Ambon di seberang Teluk Ambon.
Mendatangi Kota Ambon menggunakan pesawat terbang, anda akan mendarat di bandara Pattimura yang terletak di wilayah Negeri Laha, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang indah meliputi pegunungan dan bentangan laut Teluk Ambon.
Tarian cakalel yang berasal dari Maluku, merupakan salah satu tarian adat yang sampai saat ini masih dilestarikan di Negeri Laha, tarian cakalele selalu diadakan pada acara-acara adat seperti pelantikan Raja dan seremonial adat lainnya, Selain tarian cakalele, Negeri Laha memiliki budaya yang masih delestarikan sampai saat ini yaitu Bahasa Tanah, Tari Parisi, Tari salele serta prosesi adat lainnya yang selalu diadakan pada setiap acara seremonial di Negeri Laha.
Salah satu destinasi wisata yang menarik turis mancanegara adalah diving, Negeri Laha memiliki spot-spot diving yang indah dan menjadi spot diving tidak hanya diminati oleh warga lokal, namun juga menjadi minat untuk turis mancanegara yang hoby diving.

Spot wisata daiving
Bahasa sehari-hari yang digunkan dalam percakapan antar warga Negeri Laha sampai hari ini masih menggunakan bahasa tanah, sehingga secara otomatis bahasa tanah Negeri Laha masih terlestarikan turun temurun sampai saat ini, bahasa tanah menjadi salah satu bukti kesalian Negeri Adat.
Bagian timur dan selatan Negeri Laha merupakan pesisir yang berhubungan langsung dengan laut Teluk Ambon menjadikan sumber penghasilan utama masyarakat Negeri Laha yang berprofesi sebagai nelayan. Dengan berbagi skill nelayan dalam penangkapan ikan, proses penangkapan ikan bervariasi, diantaranya ada hand line (pemancingan menggunakan senar), gill net (penangkapan ikan menggunakan jaring insang), bubu (perangkap ikan) dan purse sein (jaring lingkar/jaring bobo). Hasil tangkapan para nelayan dipasarkan di pesisir Negeri Laha dan sekitarnya, ada juga yang dipasarkan langsung di pasar ikan Kota Ambon.

Aktivitas Nelayan Negeri Laha
Bagian utara Negeri Laha terbentang pegunungan, merupakan lahan pertanian masyarakat Negeri Laha yang berprofesi sebagai petani, umumnya tanaman pertanian masyarakat Negeri Laha diantaranya cengkeh, pala, langsat, rambutan, durian, jahe, kunyit serta rempah-rempah lainnya, sama halnya dengan para nelayan, hasil tani para petani dipasarkan di berbagai pasar di seputaran Negeri Laha, dan sebagian lainnya dipasarkan di pasar tradisional Kota Ambon.



Comment