Bula, — Kasus penemuan jasad seorang remaja putri di Sungai Wai Fufa, Desa Englas, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) akhirnya menemui titik terang. Ria Triani (15), korban yang sempat dilaporkan hilang, dipastikan menjadi korban pembunuhan. Terduga pelaku berhasil ditangkap di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dan kini telah diamankan di Mapolres SBT.
Hal tersebut dikonfirmasi Kepala Subseksi Penerangan Masyarakat (Kasubsi Penmas) Polres SBT, Bripka Suwardin Sobo, kepada Media ini, Minggu (1/6). Ia menjelaskan bahwa pelaku langsung melarikan diri ke luar wilayah SBT usai membunuh korban.
“Iya benar. Sejak awal kejadian pelaku sudah kabur. Loko (ditangkap) dia di Weda sana,” ujar Sobo.
Menurut Sobo, anggota Polres SBT sempat melakukan pengintaian selama sepekan di Desa Jembatan Basah, Bula, namun pelaku tidak ditemukan. Setelah melakukan pelacakan lebih lanjut, pelaku akhirnya diamankan di Weda.
Meski demikian, identitas pelaku dan motif pembunuhan belum diungkapkan ke publik. “Sampai situ belum tahu. Jika tak ada halangan, rencana besok (hari ini) kita press release,” tambah Sobo.
Ditemukan di Sungai Wai Fufa
Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan warga di Sungai Wai Fufa, Rabu (21/5/2025). Setelah diidentifikasi, korban diketahui adalah Ria Triani (15), warga Dusun Rukun Jaya, Kecamatan Bula Barat, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (17/5).
Saksi mata, Gumilang Keliwawa, mengungkapkan bahwa saat sedang berkebun di sekitar sungai, ia menemukan jasad korban tergeletak di batang pohon tumbang di sungai.
“Saya mau buang air kecil ke sungai. Lalu saya lihat ada tubuh orang. Saya langsung panggil kakak untuk pastikan,” tutur Gumilang.
Setelah memastikan bahwa itu mayat perempuan, keduanya segera melapor ke Batalyon Kabaressy 731 Bula dan Polres SBT. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Bula untuk keperluan visum, dan aparat kepolisian menggelar olah TKP serta meminta keterangan dari lima saksi.
Berangkat untuk Les, Tak Pernah Kembali
Informasi dari Dandramil Bula, Lettu Infanteri M. Djen Anjarang, menyebut bahwa pada Sabtu (17/5), korban meminta izin kepada orang tuanya untuk mengikuti les di rumah salah satu gurunya. Namun hingga malam hari, Ria tak kunjung pulang.
Orang tua korban sempat menghubungi telepon genggam Ria keesokan harinya, namun tidak aktif. Mereka pun meminta bantuan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat untuk melakukan pencarian.
Pada Selasa (20/5), keluarga mendapatkan informasi bahwa korban diduga berangkat ke Weda melalui Kota Ambon. Namun keesokan harinya, Ria ditemukan tewas di Sungai Wai Fufa.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini dan akan memberikan keterangan resmi lebih lanjut melalui konferensi pers. (SP)



Comment