Ambon, ekspresiindonesia.com, Dari berbagai budaya yang ada di Maluku, ada salah satu budaya yang disebut Pela Gandong.
Pela Gandong merupakan budaya yang unik, tidak hanya sebagai sebuah istilah atau yang sudah menjadi kata baku dalam bahasa Maluku, Dalam budaya Maluku, Pela Gandong adalah sebuah sistem hubungan persaudaraan, persahabatan, kekeluargaan, dan kekerabatan yang sangat kuat. Pela dan Gandong adalah dua konsep yang berbeda namun saling terkait. Pela adalah ikatan perjanjian antar negeri (negeri adalah desa adat di Maluku), sedangkan Gandong berarti saudara.
Dalam mengaplikasikan Pela Gandong, umumnya sangat kental saat diadakan acara sakral atau acara adat suatu Negeri, akan diundang Pela atau Gandong dari Negeri tersebut.
Salah satu contoh saat ini adalah prosesi pelantikan raja Negeri Amahusu, Negeri Amahusu mengundang Negeri Laha sebagi Gandong/Saudara, untuk turut serta melaksanakan adat Negeri Laha yakni cakalele.
Negeri Laha merupakan salah satu Negeri adat di kota Ambon, Negeri Laha yang memiliki persaudaraan/Gandong dengan Negeri Amahusu sudah turun temurun selalu saling mengundang pada setiap acar sakral di kedua Negeri tersebut.
Secara geografis di maluku ada suatu keunikan yang juga menjadi simbol keragaman yaitu setiap Negeri selalu dihuni oleh hampir 100% agama tertentu, misalkan Negeri Amahusu bisa dikatakan hampir 100% masyarakatnya pemeluk agama kristen sedangkan Negeri Laha juga dapat dikatakan hampir 100% masyarakatnya adalah pemeluk agama islam dan hampir di semua negeri-negeri adat di maluku seperti itu, namum dengan adanya sistem atau budaya Pela Gandong membuat perbedaan ini menjadi satu kesatuan yang dapat dikatakan BHINEKA TUNGGAL IKA (Berbeda-beda tapi satu).(ij).



Comment