Advertisement
Hukum Nasional Peristiwa
Home / Peristiwa / Mahkamah Agung Berduka, Hakim Agung Abdul Manaf Tutup Usia

Mahkamah Agung Berduka, Hakim Agung Abdul Manaf Tutup Usia

Foto—Hari pertama pelaksanaan Wawancara Terbuka dalam rangka Seleksi Calon Hakim Agung (CHA) Periode II Tahun 2017-2018 dibuka dengan sesi wawancara dari CHA Abdul Manaf. (Sumber: komisiyudisial.go.id)

Jakarta, Ekspresi Indonesia—Mahkamah Agung berduka. Hakim Agung Kamar Agama Abdul Manaf meninggal dunia pada Rabu pagi, 21 Mei 2025. Kabar tersebut dibenarkan oleh salah satu staf Kamar Agama, Okiawan Waseso. Ia mengungkapkan bahwa Abdul Manaf menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 05.30 WIB di kediamannya di Depok.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Sobandi, turut mengonfirmasi kabar duka ini. Ia menjelaskan bahwa jenazah akan dibawa dari Depok pada pukul 09.00 hingga 09.30 WIB, kemudian disemayamkan di gedung Mahkamah Agung sekitar pukul 11.00 WIB sebelum disalatkan di masjid lembaga yudisial tertinggi tersebut.

Abdul Manaf resmi diangkat sebagai hakim agung pada 15 Agustus 2018. Pria kelahiran Bogor, 12 Juli 1958 itu, telah meniti karier panjang dan penuh dedikasi di lingkungan peradilan agama. Ia mengawali kiprahnya sebagai pegawai di Pengadilan Agama Bajawa, Nusa Tenggara Barat, pada 1984. Dua tahun berselang, ia mulai menjalankan tugas sebagai hakim di pengadilan yang sama.

Dedikasinya berbuah promosi. Pada 1988, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua PA Bajawa dan empat tahun kemudian menduduki posisi Ketua PA. Setelah empat tahun memimpin, ia dimutasi ke PA Karangasem, Bali, sebagai ketua pada 1996.

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Kariernya di Pulau Jawa dimulai pada 2003 saat ia dilantik sebagai Wakil Ketua PA Jakarta Utara. Pada 2006, ia naik jabatan menjadi ketua pengadilan di kota yang sama. Pengalaman dan integritasnya membawanya ke jenjang lebih tinggi. Pada 2008, Abdul Manaf diangkat sebagai hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Medan.

Tahun berikutnya, ia dipindahtugaskan ke PTA Jakarta dan diperbantukan di Badan Pengawasan MA. Di lembaga itu pula, kariernya kian menanjak. Pada 2012, ia menjabat sebagai Inspektur Wilayah IV Bawas, yang membawahi wilayah NTB, NTT, Maluku, dan Papua. Setahun kemudian, ia dipindahkan menjadi Inspektur Wilayah II untuk wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Pada 2015, ia dipercaya menduduki jabatan penting sebagai Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama, menjadi Dirjen ketiga setelah Wahyu Widiana dan Purwosusilo. Tiga tahun berselang, ia menjabat sebagai Wakil Ketua PTA Surabaya, sebelum akhirnya diangkat sebagai hakim agung usai melewati proses uji kelayakan dan kepatutan di Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Abdul Manaf dikenal sebagai sosok pekerja keras, rendah hati, dan berdedikasi terhadap tugas-tugas peradilan. Kepergiannya meninggalkan jejak panjang pengabdian di dunia hukum Indonesia, sekaligus duka mendalam di tubuh Mahkamah Agung.

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

 

(D.L.R.)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Jumat, 17/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:04

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×