Foto— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Keadilan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus pelantikan pengurus provinsi periode 2025–2029. (Sumber: Istimewa)
Jakarta, Ekspresi Indonesia—Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Keadilan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus melantik jajaran pengurus provinsi periode 2025–2029. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu, 23–24 Mei 2025, di Hotel Balairung, Jakarta.
Agenda nasional ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Direktur LBH Gema Keadilan Anton Hariyadi, Dewan Pembina Indra Kusuma, serta aktivis hak asasi manusia yang juga mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pemutaran video dokumenter mengenai kiprah LBH Gema Keadilan. Setelah itu, peserta diajak mendalami isu-isu aktual dan strategi kelembagaan yang akan ditempuh dalam periode kepengurusan mendatang. Pelantikan pengurus provinsi LBH Gema Keadilan serta pembacaan ikrar dan penyerahan Surat Keputusan menjadi penanda komitmen organisasi terhadap agenda bantuan hukum nasional.
Dalam sambutannya, Anton Hariyadi menegaskan pentingnya Rakornas sebagai sarana penguatan peran LBH Gema Keadilan di seluruh penjuru Tanah Air. Menurutnya, kehadiran lembaga ini harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan perlindungan hukum.
“LBH Gema Keadilan ingin mewujudkan bantuan hukum untuk semua masyarakat,” ujar Anton pada Jumat, 23 Mei 2025.
Sebagai bagian dari agenda Rakornas, sesi diskusi interaktif turut digelar dengan menghadirkan narasumber dari kalangan pegiat hukum dan sosial. Haris Azhar membawakan materi bertajuk “LBH Partai Antara Harapan, Tantangan, serta Partisipasi dalam Kolaborasi Nasional,” yang menyoroti dinamika peran lembaga bantuan hukum yang berafiliasi dengan partai politik. Sementara itu, Moh. Rozaq Ashari memberikan paparan mengenai “LBH Gema Keadilan Sebuah Jalan Perjuangan Partai”, yang menelusuri sejarah serta arah perjuangan hukum yang dijalankan lembaga ini.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan sejumlah rekomendasi Rakornas yang ditujukan kepada seluruh peserta sebagai panduan pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing.
(D.L.R.)



Comment