Advertisement
Hikmah Kisah Oase
Home / Oase / Harga kebebasan senilai 1 dolar

Harga kebebasan senilai 1 dolar

Ilustrasi
Ilustrasi

Ketika itu aku ditempatkan di camp 6 penjara Guantanamo bersama seorang laki-laki warga negara Palestina yang telah menetap lama di Pakistan. Salah satu keahliannya adalah instalasi listrik. Adapun tentara Amerika yang menjaga penjara Guantanamo, mengeluarkan kami dari sel tahanan menuju ruang bawah tanah setelah jam 12 malam. Agar kami tak dapat merasakan cahaya matahari.

Ketika berada di ruang isolasi bawah tanah itu, sel tahanan yang aku tempati juga bersebelahan dengan sel kawan dari Palestina, sehingga kami dapat saling berbincang. Ia juga menceritakan kepadaku sebuah peristiwa yang dialaminya di Pakistan. Berikut kisah yang diceritakannya:

“Aku pernah bekerja di sebuah toko yang menjual peralatan listrik sekaligus jasa instalasi. Pada suatu hari, seorang anak kecil berpakaian lusuh datang ke toko dan meminta pemiliknya agar ke rumahnya untuk memperbaiki lampu yang rusak terbakar. Ia juga menyampaikan kepada pemilik toko itu bahwa ibunya telah menitipkan padanya uang sebagai imbalan jasa. Saat pemilik toko melihat jumlah uang yang sangat sedikit di telapak tangan anak itu, ia pun mengernyitkan dahinya dan membentak dengan keras seraya berkata, “Dengar, uang ini pun tidak cukup walau sekedar mendengar sebuah cerita. Apalagi pergi ke rumahmu untuk memperbaiki lampu-lampu itu.”

Anak kecil itu pun meninggalkan toko tersebut dengan perasaan sedih dan kecewa, hingga membuatnya hampir menangis…! Saat mendengar ucapan pemilik toko itu, aku segera keluar dan diam-diam mengikutinya lalu berkata kepadanya, “Nak, aku akan memperbaiki lampu rumahmu!” Ucapan itu seketika membuat wajahnya berseri-seri gembira.

Aku lalu membeli segala yang aku butuhkan agar di rumah anak ini lampu bisa menyala kembali, yang nilainya kira-kira seharga 1 dolar. Saat memasuki kediaman anak tersebut, aku saksikan seorang wanita tua renta dalam kondisi sakit sedang duduk di sudut kamar yang kecil dan sempit. Aku lalu bertanya kepadanya dalam bahasa Urdu, “Ibu, aku akan memperbaiki lampu rumahmu tanpa bayaran sepeserpun..!!”

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Wajah wanita tua itu pun tampak bahagia, sembari mendoakanku dengan mata berkaca-kaca. Sementara anak kecil itu melompat ke sana kemari karena gembira bukan kepalang. Setelah lampu rumah itu menyala kembali, aku pun pulang ke rumah.”

Pengalaman yang diceritakannya padaku itu membuatku merinding. Kulihat kedua matanya memancarkan cercah kebahagiaan yang tak dapat dilukiskan, dan senyum menghiasi wajahnya diliputi ketenangan. Yang takkan pernah aku lupakan adalah, saat ia tengadahkan wajahnya ke langit, lalu memohon sepenuh khusyu dan hati yang tulus: ”

“Ya ALLah, bila Engkau Maha Mengetahui bahwa tidaklah aku lakukan itu kecuali mengharap ridho-MU, maka bebaskanlah aku dari ujian besar yang sedang menimpaku ini..!!”

Dan demi ALLah yang tiada tuhan selain Dia. Jelang akhir pekan itu juga, ketukan sel berita gembira kebebasannya datang dari ALLah Ta’ala..!!

Peristiwa ini juga sekaligus menegaskan kebenaran kisah 3 sahabat yang terperangkap dalam gua. Seorang dari mereka lalu berkata kepada yang lain, “Demi ALLah..!! Tak ada yang dapat membebaskan kita kecuali kejujuran. Maka hendaklah setiap kita berdoa dengan amalan yang ia ketahui tulus hati melakukannya.!!” Hingga ALLah Ta’ala menyelamatkan mereka semua dari perangkap gua itu. (HR. Bukhari)

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

Maha Suci ALLah Yang Maha Agung

Dengan usaha yang sedikit, dan jumlah uang yang sangat kecil, jadi wasilah kebebasan lelaki sholeh itu. Mengapa bisa demikian? Karena dia melakukannya hanya mengharap redha ALLah Ta’ala Yang Maha Mulia.

Saudaraku…..

Jujurlah selalu kepada ALLah, dan tuluskan hatimu pada setiap amal yang engkau lakukan. Niscaya kan kau raih kegembiraan dan kebebasan (dari ujian) di dunia, serta pahala yang besar di akhirat kelak.

Betawi Kian Ramai Ditampilkan, Tapi Diam-Diam Mulai Ditinggalkan?  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Sabtu, 18/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:03

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×