Foto—Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Vokal Muda Indonesia melakukan kunjungan ke kantor aktivis hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar, dalam rangka berdiskusi mengenai fondasi pembentukan organisasi nonpemerintah (NGO). (Sumber: Istimewa)
Jakarta, Ekspresi Indonesia—Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Vokal Muda Indonesia melakukan kunjungan ke kantor aktivis hak asasi manusia (HAM), Haris Azhar, dalam rangka berdiskusi mengenai fondasi pembentukan organisasi nonpemerintah (NGO) yang berorientasi pada pengawalan demokrasi, pemilihan umum, serta perlindungan hak asasi manusia.
Pertemuan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pentingnya membangun organisasi masyarakat sipil yang memiliki arah perjuangan jelas dan mampu menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai proses demokrasi. Dalam diskusi tersebut, Vokal Muda Indonesia berupaya menggali pandangan serta pengalaman Haris Azhar mengenai dasar pembentukan organisasi yang dapat berperan aktif dalam mengawal kepentingan publik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana sebuah organisasi masyarakat sipil dapat membangun legitimasi dan memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat organisasi yang bergerak di bidang demokrasi, pemilu, dan HAM memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai demokrasi tetap berjalan serta hak-hak masyarakat terlindungi.
Dalam kesempatan itu, Haris Azhar menekankan bahwa organisasi masyarakat yang baik semestinya tumbuh secara organik. Menurut dia, kekuatan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh struktur kepengurusan, identitas kelembagaan, ataupun konsep yang dirancang sejak awal. Sebaliknya, fondasi organisasi yang kuat justru kerap ditemukan melalui keterlibatan langsung dengan masyarakat dan berbagai persoalan nyata di lapangan.
Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa pembentukan NGO tidak seharusnya berhenti pada pendirian kelembagaan secara formal. Organisasi perlu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat, membangun kedekatan dengan kelompok-kelompok yang terdampak, serta mengembangkan gerakan berdasarkan kebutuhan nyata di tengah kehidupan publik.
Bagi Vokal Muda Indonesia, diskusi ini menjadi salah satu bagian dari proses pendalaman gagasan dalam membangun organisasi masyarakat sipil yang berkomitmen terhadap pengawalan demokrasi, penyelenggaraan pemilu, dan perlindungan HAM. Pesan Haris Azhar sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan masyarakat sipil yang kuat harus berangkat dari realitas sosial dan tumbuh bersama masyarakat, bukan sekadar dibangun melalui formalitas organisasi.
(D.L.R.)



Comment