LAHA, EkspresiIndonesia.com – Detak pembangunan Desa Wisata Negeri Laha semakin kencang. Tiga hari menjelang perhelatan akbar Festival Wisata “Sehari di LahaSuang” di Lokasi Kuliner Titang Amerika pada 31 Oktober 2026, sebuah ikon kebanggaan baru berdiri megah di pintu masuk kawasan kuliner legendaris Kota Ambon tersebut.
Adalah Gapura Desa Wisata berbentuk kapal nelayan berukuran hampir seperti kapal beneran yang kini menjadi penanda utama Kawasan Kuliner Titang Amerika. Gapura tersebut dibangun secara mandiri dan swadaya oleh Pemuda Negeri Laha yang digerakkan langsung oleh Kepala Pemuda Negeri Laha, Sulaiman Mewar.
Dari Ide Sulaiman Mewar Jadi Ikon Desa Wisata
Bagi Sulaiman Mewar, gapura kapal bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah manifestasi identitas. Laha dikenal sebagai negeri pesisir, negeri pelaut, dan negeri yang hidup dari laut. Bentuk kapal nelayan dipilih untuk menegaskan jati diri tersebut kepada setiap wisatawan yang datang.
“Ini kerja mandiri pemuda. Katong yang gambar, katong yang kerjakan, katong yang cat. Ide ini katong rembuk bersama pemuda, dan Alhamdulillah Pertamina mau support. Ini bukti kalau pemuda Laha bisa berkarya kalau diberi kesempatan dan digerakkan bersama,” ujar Sulaiman Mewar, Kepala Pemuda Negeri Laha, di sela pengawasan pembangunan gapura, Senin sore (26/10/2026).
Pantauan di lapangan, kapal sepanjang kurang lebih 8 meter dengan warna biru, merah, putih, dan list hijau itu melintang gagah di atas jalan. Tulisan DESA WISATA NEGERI LAHA – KULINER TITANG AMERIKA berwarna hijau terang terpampang jelas di lambung kapal, terlihat mencolok dari kejauhan.
Di ujung kiri dan kanan lambung kapal, terpasang logo Pertamina sebagai sponsor utama, dan logo resmi Desa Wisata Negeri Laha. Dukungan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi bukti nyata sinergi BUMN dengan pemuda lokal dalam mengakselerasi pariwisata desa.
Kerja Mandiri, Gotong Royong Pemuda
Yang membuat gapura ini istimewa, seluruh proses pembangunan dilakukan tanpa kontraktor. Scaffolding bambu dan bambu yang masih berdiri di foto menjadi saksi kerja keras pemuda. Mereka bahu-membahu mengerjakan fondasi cor, pengelasan rangka baja, hingga pengecatan detail kapal.
Menurut Sulaiman Mewar, pembangunan ini sengaja dikebut agar selesai sebelum Festival Sehari di LahaSuang. Festival tersebut akan menjadi momentum launching resmi kawasan Kuliner Titang Amerika sebagai Desa Wisata unggulan Kota Ambon.
“Katong mau pas tamu-tamu datang tanggal 31 nanti, yang pertama mereka lihat adalah kebanggaan katong. Kapal ini. Bahwa Laha ini negeri wisata, negeri kuliner, dan negeri yang pemudanya kompak,” tambah Sulaiman.
Menyambut Festival Wisata Sehari di LahaSuang 31 Oktober 2026
Festival “Sehari di LahaSuang” sendiri akan dipusatkan di sepanjang kawasan Kuliner Titang Amerika, Laha, Kecamatan Teluk Ambon. Berbagai agenda disiapkan, mulai dari lomba kuliner khas Laha, atraksi budaya, hingga bazar UMKM yang akan diintegrasikan dengan platform digital umkmlaha.culobo.com.
Kawasan Titang Amerika yang selama ini terkenal dengan sajian ikan bakar dan sunset Teluk Ambon yang eksotis, kini berbenah total. Lapak-lapak kuliner ditata, akses jalan diperbaiki, dan penerangan ditambah demi kenyamanan pengunjung.
Gapura Kapal Nelayan ini diharapkan menjadi spot foto baru yang instagramable dan menjadi penanda bahwa pengunjung telah memasuki kawasan wisata kuliner paling autentik di Ambon.
Gerakan Fisik dan Digital: Maju UMKM Maluku
Apa yang dilakukan Sulaiman Mewar dan Pemuda Negeri Laha sejalan dengan gerakan digital yang mereka bangun, yaitu UMKM Laha (umkmlaha.culobo.com) – E-Commerce Lokal Pertama Maluku dengan semangat “Mudah Jualannya, Mudah Belanjanya”.
“Kalau gapura ini adalah ikon fisiknya, maka UMKM Laha adalah ikon digitalnya. Fisik dan digital katong bangun bersama. Tujuannya satu: Maju UMKM Maluku, Karya Pemuda Negeri Laha Untuk Maluku,” tegas Sulaiman Mewar.
Kini, dengan gapura yang hampir rampung, Negeri Laha siap menyambut ribuan wisatawan. Dari gapura kapal nelayan inilah, cerita tentang Laha sebagai Desa Wisata Bahari, Desa Kuliner, dan Desa Pemuda Kreatif akan dimulai.



Comment