Foto—Truk menabrak angkot dan rumah di Desa Kalijambe, Purworejo, Jawa Tengah. (Sumber: detikJateng/Rinto Heksantoro)
Jakarta, Ekspresi Indonesia — Duka menyelimuti dunia pendidikan tanah air. Sebanyak 11 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) asal Magelang meregang nyawa dalam kecelakaan maut saat hendak melayat ulama KH. Barzakki di Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (7/5). Perjalanan mulia mereka justru berakhir tragis akibat kecelakaan yang diduga dipicu rem blong pada sebuah truk tronton.
Insiden nahas itu terjadi di Jalan Provinsi Magelang–Purworejo, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener. Truk berukuran besar tersebut meluncur tak terkendali di turunan dan menabrak sebuah angkot yang tengah membawa rombongan guru. Dari 17 penumpang dalam kendaraan kecil itu, 11 di antaranya meninggal dunia di tempat kejadian maupun setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
Sebagian besar korban merupakan perempuan yang setiap hari mengabdikan diri sebagai pendidik anak usia dini. Mereka bukan sedang berlibur. Mereka juga bukan dalam perjalanan piknik. Para guru itu sedang dalam misi kemanusiaan—menghormati dan mengantarkan kepergian seorang tokoh agama.
Tim penyelamat dari Basarnas, PMI, dan aparat setempat langsung turun ke lokasi. Para korban luka dilarikan ke RSUD RAA Tjokronegoro dan RSUD dr. Tjitrowardoyo. Namun nyawa sebagian besar tak terselamatkan. Derai air mata mengguyur dua belas keluarga yang kini kehilangan orang tercinta sekaligus tulang punggung pendidikan anak-anak di wilayahnya.
Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam, tak hanya dari warga sekitar, namun juga dari para pemerhati pendidikan dan keselamatan transportasi. Banyak yang mempertanyakan tanggung jawab negara dalam menjamin keselamatan warganya, terutama mereka yang mengabdi di garda terdepan pendidikan anak bangsa.
“Ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, ini tragedi kemanusiaan,” ujar seorang warga setempat yang ikut membantu evakuasi.
Dunia pendidikan kehilangan belasan sosok penuh dedikasi. Mereka gugur bukan di ruang kelas, tetapi dalam sebuah perjalanan penuh niat baik. Negara berutang rasa hormat dan tindakan nyata atas kejadian ini: dari investigasi menyeluruh, peningkatan keamanan jalur transportasi, hingga jaminan perlindungan bagi keluarga korban.
(Damar L.R.)



Comment