Setiap insan mendambakan predikat “terbaik” baik di hadapan manusia, maupun lebih utama lagi, di sisi Allah. Namun dalam pandangan syariat, standar kemuliaan tak diukur dari gelar, jabatan, kekayaan, atau ketenaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan dengan terang siapa sejatinya manusia terbaik, bukan berdasarkan duniawi semata, melainkan pada kualitas ruhani dan kontribusi sosialnya.
Mari, buka hati dan benak kita. Semoga setiap Dawuh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam yang terurai ini menjadi cermin untuk memperbaiki diri dan menapaki jalan menuju predikat terbaik menurut Allah dan Rasul-Nya.
1. Orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5027].
2. Orang yang baik akhlaqnya.
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا
“Sesungguhnya sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang paling baik akhlaqnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 6035].
3. Orang yang paling baik dalam melunasi hutang.
إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً
“Sesungguhnya sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang paling baik dalam pelunasan hutangnya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2305].
4. Orang yang paling diharapkan kebaikannya dan orang lain pun merasa aman dari keburukannya.
خَيْرُكُمْ مَنْ يُرْجَى خَيْرُهُ وَيُؤْمَنُ شَرُّهُ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang diharapkan kebaikannya dan (orang lain) merasa aman dari kejelekannya” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2263; shahih].
5. Orang yang paling baik kepada keluarganya.
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap keluarganya” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 3895; shahih].
6. Orang yang faqih dalam agamanya.
فَخِيَارُكُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُوا
“Maka sebaik-baik orang diantara kalian di masa Jahiliyyah adalah yang paling di masa Islamnya apabia mereka memahami (ajaran Islam)” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3374].
7. Orang yang gemar memberikan makanan kepada orang lain dan menjawab salam.
خِيَارُكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ وَرَدَّ السَّلَامَ
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang memberikan makanan dan menjawab salam” [Diriwayatkan oleh Ahmad 6/16; dihasankan oleh Al-Albaaniy dalam Shahiihul-Jaami’ no. 3318].
8. Orang yang senang merapatkan shaff dalam shalat.
خِيَارُكُمْ أَلْيَنُكُمْ مَنَاكِبَ فِي الصَّلَاةِ
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang mempunyai bahu paling lembut di dalam shalat” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 672; shahih].
9. Orang yang panjang usianya dan baik pula amalannya.
خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَارًا، وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالًا
“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah yang paling panjang usianya dan paling baik amalannya” [Diriwayatkan oleh Ahmad 2/235 dan 2/403; shahih].
10. Orang yang menepati janji.
أُولَئِكَ خِيَارُ عِبَادِ اللَّهِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُوفُونَ الْمُطِيبُونَ
“Mereka adalah para hamba pilihan di sisi Allah pada hari Kiamat, yaitu orang-orang yang menepati janji dan berbuat baik” [Diriwayatkan oleh Ahmad 6/268; dihasankan sanadnya oleh Al-Arna’uth dkk.].
11. Orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.
وَخَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya” [Diriwayatkan oleh Al-Qadlaa’iy dalam Musnad Asy-Syihaab no. 129, Ath-Thabaraaniy dalam Al-Ausath no. 5787, dan yang lainnya; shahih].
Dari faedah nasihat Asy-Syaikh Samiir Al-Muraadiy Al-Jazaairiy



Comment