Advertisement
DKI Jakarta
Home / DKI Jakarta / Pembredelan Karya Seni Bersemi Kembali: Sukatani Jadi Korban!

Pembredelan Karya Seni Bersemi Kembali: Sukatani Jadi Korban!

Penampilan Band Sukatani di Bandung melalui akun resmi @sukatani.band
Penampilan Band Sukatani di Bandung melalui akun resmi @sukatani.band

Penghapusan lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” milik Band Sukatani dari jagat media sosial menjadi polemik yang sedang hangat diperbincangkan. Grup musik bernuansa punk tersebut menjadi sorotan masyarakat lantaran video klarifikasi serta permintaan maafnya tersebar luas di jejaring internet. Hal ini terjadi pada Kamis, 20 Februari 2025.

Lagu yang awalnya ditujukan sebagai kritik terhadap instansi kepolisian itu menjadi fenomenal saat cuplikan penampilan band tersebut pada konser Supermusic United Day 8 yang digelar di Lapangan Pussenif PPI, Bandung, pada 26 Januari 2025. Pada cuplikan tersebut, Band Sukatani membawakan lagu berjudul “Bayar Bayar Bayar” yang berisi lirik yang tajam.

Mau bikin SIM bayar polisi
Ketilang di jalan bayar polisi
Touring motor gede bayar polisi
Angkot mau ngetem bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Mau bikin gigs bayar polisi
Lapor barang hilang bayar polisi
Masuk ke penjara bayar polisi
Keluar penjara bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi
Mau korupsi bayar polisi
Mau gusur rumah bayar polisi
Mau babat hutan bayar polisi
Mau jadi polisi bayar polisi
Aduh aduh ku tak punya uang
Untuk bisa bayar polisi

Melalui laman Instagram resmi @sukatani.band, mereka mengunggah video permintaan maaf atas rilisnya lagu dengan judul tersebut. Electroguy alias Muhammad Syifa Al Luthfi dan Twister Angel alias Novi Citra Indriati menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hal ini berimbas pada lahirnya tagar #KamiBersamaSukatani sebagai bentuk konsolidasi serta simpati masyarakat atas terjadinya peristiwa itu.

Tangkapan layar video klarifikasi personel Band Sukatani dari akun instagram @sukatani.band

Tangkapan layar video klarifikasi personel Band Sukatani dari akun instagram @sukatani.band

Tangkapan layar video klarifikasi personel Band Sukatani dari akun instagram @sukatani.band

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami yang berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’,” kata Luthfi pada Kamis (20/2/2025) melalui video yang diunggah.

Peristiwa ini memicu kemarahan khalayak ramai atas aksi tersebut. Sebelumnya, Band Sukatani sempat dikabarkan “menghilang” saat sedang menyeberang ke arah Banyuwangi dari Bali. Hal ini disampaikan oleh salah satu kru Band Sukatani.

“Belum bisa dihubungi, mereka dicegat dari Bali saat menyeberang arah pulang ke Banyuwangi, sepertinya. Soalnya belum ada kabar,” ucap Dilan seperti dikutip pada Kamis (20/2/2025).

Namun, tidak lama setelah itu, Dilan mengonfirmasi bahwa mereka aman dan sedang dalam perjalanan kembali menuju Purbalingga.

“Cuma ada update, mereka sudah aman, nggak ada penangkapan, terus lagi otw pulang. Aku belum berani nanya kronologi,” ujarnya.

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

Selain itu, dugaan adanya pemecatan Twister Angel alias Novi Citra Indriyati sebagai guru Sekolah Dasar (SD) atas surat rekomendasi kepolisian membuat permasalahan ini kian pelik.

Akibatnya, persoalan ini langsung mendapatkan respons cepat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menyatakan bahwa kepolisian sangat terbuka terhadap kritik yang disampaikan setiap orang.

“Tidak ada masalah, mungkin ada miskomunikasi, namun sudah diluruskan. Polri tidak antikritik, kritik sebagai masukan untuk evaluasi,” kata Kapolri seperti dikutip Kompas.com, Jumat (21/2/2025).

Sebagai tambahan, Listyo juga menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian harus mengayomi serta menerima kritik dan saran karena Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) merupakan institusi yang bertanggung jawab terhadap masyarakat.  (Umar J.R.)

Betawi Kian Ramai Ditampilkan, Tapi Diam-Diam Mulai Ditinggalkan?  

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Sabtu, 18/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:03

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×