Advertisement
Hikmah Oase
Home / Oase / Kodok Tuli

Kodok Tuli

Sekawanan kodok sedang berjalan-jalan di taman. Tiba-tiba dua ekor dari mereka terjatuh ke dalam lubang yang sangat dalam.

Ketika yang lainnya mengetahui bahwa lubang itu sangat dalam dan yakin bahwa kedua kodok itu mustahil bisa keluar, kodok yang paling tua berteriak,

“Lubang ini terlalu dalam untuk kalian. Tidak perlu payah-payah melompat karena mustahil akan sampai ke atas. Lebih baik kamu berserah diri saja dan menunggu malaikat maut menjemput”.

Salah satu dari dua ekor kodok itu pun benar-benar mati, sementara yang satunya lagi masih terus melompat dan melompat. Kawanan kodok yang berada di atas lubang itu pada berteriak agar tidak usah berpayah-payah seperti kawannya yang sudah mati itu.

“Lebih baik kamu mati dalam keadaan segar bugar daripada mati karena kelelahan”, begitu teriak salah satu kodok yang berada di atas lubang.

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Kodok malang itu seakan tidak memedulikan teriakan kawanan kodok itu, ia terus melompat dan melompat sampai akhirnya berhasil keluar dari lubang. Semua kodok kagum campur heran.

“Hebat kamu. Coba ceritakan bagaimana kamu bisa melompat keluar dari lubang”.

Mendapat pertanyaan seperti itu, sang kodok hanya melongo. Salah satu dari kawanan kodok itu ada yang mengenalinya bahwa kodok tersebut bisu dan tuli. Dari bahasa isyarat diketahui bahwa kodok itu bisa melompat keluar dari lubang karena kawanan kodok di atas lubang itu yang terus melihat dirinya, dikira memberi semangat agar terus berusaha untuk melompat.

Untuk kali ini relakan kita belajar dari sang kodok ya..

دع كلام الناس واستمر في التقدم ✋

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

“Abaikan omongan orang lain dan terus melangkah ke depan..”

Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya, “Mengapa engkau tidak peduli dengan omongan mereka?”

Beliau menjawab,

“Aku lahir sendirian, mati sendirian, di kubur sendirian, dihisab sendirian, jika masuk neraka juga sendirian, dan bila masuk sorga pun sendirian.

Lalu apa urusannya dengan mereka?!”

Betawi Kian Ramai Ditampilkan, Tapi Diam-Diam Mulai Ditinggalkan?  

Ya Allah 🤲🤲😢. [aki omar]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Sabtu, 18/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:03

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×