LUMAJANG, EKSEPRIINDONESIA.com – Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami erupsi sebanyak sembilan kali pada Sabtu pagi (04/04/2026).
Letusan beruntun ini terpantau sejak pagi hari, di mana kolom abu vulkanik teramati membumbung tinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak (sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu yang dihasilkan berwarna putih hingga kelabu, dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke arah barat daya dan barat. Berdasarkan data seismograf, letusan ini memiliki amplitudo maksimum yang bervariasi dengan durasi gempa letusan yang cukup panjang.
Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru berada pada Level II (Waspada), dan dalam beberapa laporan terkini, aktivitas siaga terus ditingkatkan mengingat frekuensi letusan yang rapat.
Imbauan Masyarakat dan Zona Bahaya
Masyarakat, pengunjung, maupun pendaki diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km.
Petugas gabungan TNI, Polri, dan relawan juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama saat cuaca cerah di puncak yang berpotensi memicu keruntuhan material lama.
Hingga berita ini diturunkan, situasi dilaporkan masih dalam pengawasan ketat oleh PVMBG, dan warga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari instansi terkait. (RM)



Comment