Foto—DAY6, band Korea Selatan yang baru saja memperpanjang kontrak dengan JYP Entertainment. (Sumber: Yoona.id)
Jakarta, Ekspresi Indonesia—Jumat, 21 Maret 2025, Mecima Pro, selaku promotor konser, merilis seating plan terbaru untuk konser Day6 3rd World Tour: Forever Young in Jakarta 2025 menyusul perubahan lokasi acara. Awalnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), konser ini akhirnya dipindahkan ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK). Alasan sementara yang diberikan adalah adanya jadwal kompetisi Liga 1 Indonesia yang akan digelar di GBK pada 27 April 2025.
Keputusan pemindahan lokasi ini menuai kritik tajam dari calon penonton dan penggemar Day6 yang sudah membeli tiket. Dalam komentarnya di akun Narasi, Agis Tanjung menyoroti beberapa hal yang membuat fans kecewa.
Pertama, perubahan venue ini tidak sesuai dengan harga tiket yang telah dibayarkan. Beberapa kategori tiket mengalami downgrade, sehingga penonton tidak mendapatkan pengalaman sesuai dengan ekspektasi mereka berdasarkan seating plan awal.
Kedua, promotor dinilai lalai dalam perencanaan bisnis sejak awal. Kurangnya riset pasar dan ketidakmampuan dalam mengecek jadwal acara lain di Jakarta menunjukkan bahwa mereka hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Ketiga, fans mengalami kerugian waktu, psikologis, dan materiil sejak tahap pembelian tiket. Mecima Pro sebelumnya menjanjikan sistem pembelian tiket baru yang ternyata belum teruji kelayakannya. Akibatnya, terjadi pending payment sebesar Rp500 juta. Lebih parahnya lagi, promotor mengabaikan saran vendor untuk meningkatkan sistem pembayaran dan justru selalu melemparkan kesalahan kepada pihak ketiga, seperti iPay88 dan JakPro. Hingga kini, mereka juga belum pernah meminta maaf atas kekacauan ini.
Keempat, promotor diduga melakukan ancaman terhadap pelanggan yang telah membayar jasa mereka. Ancaman ini disebut dilakukan dengan menggunakan Pasal Karet dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) guna membungkam kritik dari pembeli tiket yang merasa dirugikan.
Akibat berbagai permasalahan ini, gelombang protes semakin besar di media sosial. Banyak fans menuntut pertanggungjawaban dari Mecima Pro, termasuk permintaan maaf resmi dan kompensasi yang adil. Namun, hingga saat ini, promotor belum memberikan tanggapan yang memuaskan.
(Abah Adi)



Comment