Jakarta, Ekspresi Indonesia—Di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan di Palestina akibat agresi militer Israel, suara perlawanan kini menggema dari jantung ibu kota. Sekelompok tenaga medis, mahasiswa kesehatan, relawan kemanusiaan, dan warga sipil yang masih memegang nilai-nilai kemanusiaan akan turun ke jalan untuk menyuarakan protes terhadap kekejaman yang terjadi.
Dalam seruan yang tersebar luas di media sosial, para peserta aksi menyebut Israel telah melanggar semua hukum kemanusiaan, dengan membunuh mereka yang seharusnya dilindungi — tenaga medis, anak-anak, hingga warga sipil tak bersenjata. “Kita tidak bisa diam dan takut,” demikian kutipan tajam dalam undangan aksi tersebut.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 April 2025, mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai, berlokasi di depan pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat. Para peserta diimbau hadir mengenakan jas putih atau alat pelindung diri (APD), membawa stetoskop, dan bersiap menyuarakan solidaritas di tengah hiruk pikuk kota.
Aksi ini bukan sekadar bentuk protes, melainkan juga simbol perlawanan moral dari mereka yang seharusnya bertugas menyelamatkan nyawa, namun kini tak kuasa melihat nyawa sesama manusia direnggut begitu saja.
(Abah Adi)



Comment