Foto—Dokumentasi acara ngabuburit hukum ke Gema Keadilan yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026. (Sumber: dokumentasi pribadi LBH Gema Keadilan)
Jakarta, Ekspresi Indonesia—Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gema Keadilan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Ngabuburit Hukum Gema Keadilan dengan tema “Hukum dan Keadilan: Sebuah Refleksi & Inspirasi” di Jakarta pada Kamis (12/3/2026). Agenda yang digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadan itu menjadi wadah refleksi sekaligus ajang silaturahmi bagi advokat, aktivis hukum, serta kader organisasi.
Kegiatan berlangsung di Hotel Sofyan Cikini dengan menghadirkan Dr. Wiman Wibisana sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum bagi para praktisi hukum untuk memperkuat integritas serta komitmen dalam memperjuangkan keadilan.
Wiman menyatakan bahwa penegakan hukum tidak semata berkutat pada aspek prosedural dan norma tertulis. Menurut dia, praktik hukum juga berkaitan erat dengan nilai moral, integritas pribadi, serta keberpihakan pada prinsip keadilan.
Sekretaris Jenderal Gema Keadilan, Firman Malaka, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi memperkuat solidaritas serta semangat perjuangan di kalangan advokat dan pegiat hukum.
Firman menilai dinamika penegakan hukum di Indonesia menuntut para pejuang keadilan untuk terus menjaga idealisme dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ngabuburit hukum tidak hanya dimaksudkan sebagai forum diskusi, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antaranggota sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengawal keadilan bagi masyarakat.
Acara yang dimulai pada pukul 16.30 WIB diisi dengan diskusi mengenai isu-isu hukum, refleksi atas nilai-nilai keadilan, serta dialog interaktif mengenai berbagai tantangan dalam penegakan hukum dan peran advokat dalam memperjuangkan hak masyarakat.
Pihak LBH Gema Keadilan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi para praktisi hukum agar terus berkontribusi dalam memperkuat supremasi hukum serta mendorong terwujudnya keadilan sosial di Indonesia.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa sebagai simbol kebersamaan dan solidaritas di antara para pejuang keadilan.
(D.L.R.)



Comment