Dua ajudan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
diduga mengintimidasi salah seorang wartawan media nasional, Adhyasta Dirgantara (Dias).
Intimidasi tersebut dialami Dias saat mengajukan pertanyaan terkait insiden penyerangan terhadap Mapolres Tarakan oleh oknum prajurit TNI.
Saat itu, dua ajudan Panglima TNI mengintimidasi wartawan tersebut dengan melontarkan peryataan dengan nada keras.
“Kau memang tidak di-brifieng?” kata seorang ajudan berseragam TNI AU di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2025).
Dias kemudian menjawab maksud dari ucapan ajudan tersebut.
“Di-briefing apa ya? Saya baru datang,” kata Dias.
Tiba-tiba seorang ajudan Panglima TNI lainnya mengancam akan ‘menyikat’ Dias. Bahkan, menandai wajah jurnalis itu.
“Ku tandai muka kau, ku sikat kau ya,” bentak ajudan tersebut.
Mendapat ancaman itu, Dias menjawab dan merasa tidak bersalah bertanya kepada Panglima TNI.
“Kan saya nanya doang ke Panglima TNI, beliau juga berkenan menjawab,” jawab Dias.
Menanggapi hal itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto pun meminta maaf adanya dugaan intimidasi tersebut.
“Saya mohon maaf atas kejadian yang sangat saya sesalkan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan teman media,” kata Agus.
Agus menyebut dua prajurit yang mengintimidasi wartawan itu bukan ajudannya, melainkan tim pengawalan.
Agus mengaku tidak memiliki ajudan. Dia menegaskan akan menindak para pengawalnya itu. “Akan saya tindak, akan saya evaluasi,” tegas Panglima TNI. (Al Fatih)



Comment