Cintai Hartamu!
Aku tidak mau berpisah dengan harta milikku. Hartaku akan kubawa mati.
Haji Usman. Pemilik salah satu usaha batik dan olahan tekstil terkemuka di Yogyakarta, memang dikenal atas kedermawanannya, seakan harta telah begitu tak berharga baginya. Seakan dunia telah begitu hina di matanya. Ringan baginya membuka kotak tabungannya, gampang baginya merogoh kantong simpanan dan seakan tanpa beban dia mengulur bantuan.
Inilah mungkin sosok nyata orang yang menganggap dunia di tangannya dan akhirat di hatinya.
Maka beberapa orang pengusaha muda yang bersemangat mendatangi beliau.
“Ajarkan pada kami, Ji,” kata mereka.
“Bagaimana caranya agar kami bisa seperti Pak Haji Usman. Bisnis maju sukses, tidak cinta pada harta dan tidak sayang pada kekayaan. Bersedekah terasa ringan.”
“Wah”, sahut Haji Usman tertawa.
Anda salah alamat!
Lho?
Lha iya. Kalian datang pada orang yang salah. Lha wong saya ini sangat sayang dan cinta harta dan saya takut mati.
Saya ini sangat mencintai aset yang saya miliki.
Lho?
Kok lho, sebab saking cinta dan sayangnya, sampai-sampai saya tidak rela tinggalkan harta saya di dunia ini.
Harta ini akan saya bawa mati dan akan saya bawa semua ke akhirat.
Saya takut mati, karena itu saya ingin masuk surga dimana kita tidak akan pernah mati.
Saya itu tidak mau berpisah dengan kekayaan saya.
“Makanya sementara ini saya titip-titipkan dulu.”
TITIP pada masjid..
TITIP pada anak yatim…
TITIP pada fakir miskin..
TITIP fii sabilillah…
TITIP pada yayasan..
TITIP pada baitul maal…
TITIP pada ustadz, mubaligh dan orang yang rajin Ibadah..
TITIP pada saudara dan karyawan yang dirawat sakit.
Dan banyak lagi…
Alhamdulillah masih ada yang berkenan mau dititipi, saya senang sekali. Alhamdulillah ada yang sudi diamanati, saya bahagia sekali.
POKOKNYA DI AKHIRAT NANTI MAU SAYA AMBIL LAGI TITIPAN-TITIPAN SAYA TERSEBUT.
Saya sudah bekerja keras puluhan tahun maka inginnya kekayaan saya itu dapat saya nikmati dengan bonus berlipat-lipat di Alam Kubur dan di Akhirat nanti…!!!”
Maka siapa bilang harta tidak dibawa mati.? Harta itu bisa dibawa mati.!!
Caranya…??? JANGAN BAWA SENDIRI…!!!
Minta tolong dibawakan oleh Fakir miskin, anak yatim, orang-orang yang berjuang di jalanNYA, yayasan, baitul maal, dll
Oleh karenanya saya cukup ringan barang bawaan saya ketika mati nanti, yakni cukup bawa kain kafan putih saja..😥



Comment