Sesuai dengan arti dari Syawwal, Syawwal iadalah bulan peningkatan. Setelah ditarbiyah sebulan penuh di Ramadhan, Berikut ini 5 amalan yg perlu diperhatikan di bulan Syawwal.
1. Silaturahmi
Di bulan Syawwal, khususnya setelah lebaran Idul Fitri, umat Islam memiliki tradisi untuk saling mengunjungi keluarga dan kerabat. Hal ini untuk meningkatkan tali silaturahmi antar sesama. Ternyata, hal ini bukan cuma berupa tradisi semata. Melainkan juga menjadi amalan yang memang dianjurkan Rasulullah Saw. Sebagaimana hadits Nabi bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، أخرجه البخاري.
“Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya (dengan kerabat).” (HR. Bukhari)
2. Puasa Syawwal 6 Hari
Salah satu amalan bulan Syawal yang paling populer yaitu puasa sunnah 6 hari. Anjuran puasa syawal ini sebagaimana hadits Rasulullah Saw:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Siapa saja yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Adapun pelaksanaan puasa Syawal ini bisa dilakukan sehari setelah Shalat Idul Fitri, yakni pada tanggal 2 Syawal hingga berakhirnya bulan. Pengerjaannya pun dapat dilaksanakan secara berturut-turut maupun secara acak. Dibolehkan menyelesaikan puasa 6 hari Syawwal, meskipun belum menuntaskan Qadla’ yang tertinggal, karena waktu puasa Sunnah Syawwal yang lebih terbatas, sementara Qadla’ puasa Ramadhan masih dapat dilakukan juga pada bulan-bulan lainnya.
3. Menjaga Salat Wajib dan Sunnah
Amalan salat yang telah dihidupkan selama bulan Ramadan, seharusnya tak ditinggalkan setelahnya. Karena itu pada bulan Syawal ini sebaiknya menjaga dan terus meningkatkan amalan salat baik yang wajib maupun yang sunnah. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 238:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ
“Hendaklah kalian senantiasa menjaga salat-salat (yang telah diperintahkan).”
4. Membangun Rumah Tangga
Amalan bulan Syawal yang juga dianjurkan adalah membangun rumah tangga, menikah ataupun menikahkan sanak keluarga. Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha;
تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي
“Rasulullah menikahiku pada bulan Syawal dan berkumpul denganku pada bulan Syawal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” (HR Muslim).
Dalam hal ini, Rasulullah pun menepih kepercayaan orang-orang jahiliyah yang menganggap pernikahan di bulan Syawal itu membawa sial dan perceraian.
5. Bersedekah
Di samping amalan-amalan di atas, bulan Syawal juga dapat menjadi momentum untuk meningkatkan sedekah dan ibadah sosial lainnya. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur setelah meraih hari kemenangan Idul Fitri. Asma’ binti Abi Bakr berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku:
أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ
“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”
Semoga kita semua mendapatkan keridhaan dan keberkahan dari Allah Ta’ala untuk mengamalkannya. (AHA)



Comment