Tender Perawatan Peralatan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) tahun 2024 masih menyisakan permasalahan yang tidak kunjung Selesai.
kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan PT Trusur Unggul Teknusa sebagai pemenang tender Perawatan SPKUA tahun 2024 dengan nilai negosiasi final sebesar Rp3.858.520.950,00.
Proyek lelang kementrian lingkungan hidup tahun anggaran 2024 ini menyisakan masalah terkait pembayaran yang belum diselesaikan.

Aksi Demonstrasi depan Green Teams Group Menuntut Pembayaran
Seperti diketahui pemenang lelang adalah PT Trusur Unggul Teknusa
PT Trusur Unggul Teknusa kemudian men SubKontraktor kan pekerjaan kepada anak perusahaan yaitu PT Pakar Sinergi Tangkas. PT Pakar Sinergi Tangkas yang semestinya mengerjakan pekerjaan ini sesuai pemberian dari holding nya, justru Kembali menunjuk/memberikan pekerjaan ini kepada PT Manunggal Daya Utama. PT Manunggal Daya Utama telah menuntaskan seluruh kewajiban pekerjaan sesuai dengan kontrak/PO yang disepakati.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan secara resmi telah melunasi seluruh pembayaran kepada PT Trusur Unggul Teknusa pada akhir tahun 2024.
Namun Sampai awal Juli 2026 PT Manunggal Daya Utama belum menerima pembayaran pelunasan sebesar 1,4 Milyar sekian, dari PT Pakar Sinergi Tangkas.
Akibat dari pembayaran yang tertunggak berimbas kepada kerugian kepada PT Manunggal Daya Utama.
Menurut Syam dari Kantor Hukum Anton Hariyadi & Partners Kuasa Hukum PT Manunggal Daya Utama pihaknya sudah mengirim 2 kali somasi tanpa mendapatkan balasan/tanggapan. ” Saat ini kami sedang mempersiapkan pelaporan Ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penipuan dan Penggelapan yang dilakukan Oleh PT Pakar Sinergi Tangkas dan PT Trusur Unggul Teknusa grup dari Green Teams, mohon doanya agar semuanya Lancar.”



Comment