Advertisement
DKI Jakarta Politik
Home / Politik / SILATURAHIM DAN JEJAK JURNALISME PEJUANG

SILATURAHIM DAN JEJAK JURNALISME PEJUANG

Silaturahim bukan sekadar pertemuan fisik, tapi pertemuan ruh, yang menyambung ingatan dan mengalirkan keberkahan. Konon, silaturahim bisa memperpanjang umur dan meluaskan rezeki dan hari ini, saya mengalaminya sendiri. Usai salat Jumat, saya dan Ustadz Satiri menziarahi jejak masa lalu, bertemu kembali dengan sahabat lama yang nyaris tiga dekade terpisah waktu dan kesibukan. Bang Zainal Muttaqin, begitu saya biasa memanggilnya. Nama yang lekat dengan dunia jurnalisme perjuangan di era 90-an. Pemimpin redaksi Sabili yang fenomenal, di masa ketika NKK/BKK masih jadi bayang-bayang kelam di kampus-kampus.

Dari tangannya, lahir generasi jurnalis militan. Ia bukan sekadar redaktur, tapi coach yang keras sekaligus tulus. Ia tidak sekadar mengedit, tapi membentuk. Tulisan kami seringkali tidak hanya dikoreksi, tapi diucek-ucek sambil berkata, “Tulisan apaan beginih?” Menyakitkan? Mungkin. Tapi di situlah letak pembelajaran yang tak ternilai. Kami belajar menulis dengan keterbatasan, tanpa Google, tanpa AI, hanya berteman mesin ketik butut, referensi seadanya, dan akal yang dipaksa jernih.

Menulis saat itu adalah perjuangan. Dua hari dua malam di depan mesin ketik belum tentu berbuah tayang. Tapi dari ujian itulah kami ditempa, bukan menjadi penulis instan, tapi penulis tangguh. Bukan sekadar pandai merangkai kata, tapi mampu memikul misi.

Kini, ketika teknologi menyingkat proses dan informasi tinggal dicari dalam hitungan detik, saya mengenang masa-masa itu sebagai bekal paling berharga. Bahwa tulisan yang baik bukan lahir dari alat canggih, melainkan dari kesungguhan, keikhlasan, dan bimbingan orang-orang yang tak lelah membentuk.

Silaturahim hari ini bukan hanya menyambung rasa, tapi menyegarkan ingatan, bahwa di balik setiap naskah perjuangan, selalu ada sosok guru yang tak segan memarahi demi melahirkan keberanian berpikir dan keberanian menulis. Terima kasih, Bang Zainal. Terima kasih, masa lalu, yang telah menempa kami menjadi penulis yang (semoga) tidak mudah lekang oleh zaman.

UU PPRT Dan Komunikasi Politik: Mengakhiri Kekosongan Hukum, Mengikis Kekerasan Struktural

akiomar

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Selasa, 21/04/2026
Imsak 04:27
subuh 04:37
dzuhur 11:55
ashar 15:14
maghrib 17:53
isya 19:02

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×