Advertisement
Hukum Peristiwa
Home / Peristiwa / Limbah Pestisida Cemari Sungai Cisadane, KLHK Selidiki Dugaan Kelalaian Gudang B3 di Tangerang

Limbah Pestisida Cemari Sungai Cisadane, KLHK Selidiki Dugaan Kelalaian Gudang B3 di Tangerang

Sumber: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.
Sumber: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/foc.

Tangerang — Masyarakat kembali dikejutkan dengan aliran sungai cisadane yang tercemar limbah pestisida setelah kebakaran gudang penyimpanan bahan kimia di kawasan Pergudangan Taman Tekno, BSD Serpong, Tangerang Selatan pada Senin (9/2) pagi. Insiden ini telah berdampak serius pada kualitas air dan ekosistem sungai sepanjang hampir 22,5 kilometer mencakup wilayah Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Hal memicu respons dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan warga di sekitar daerah aliran sungai tersebut.

Kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama yang menyimpan pestisida jenis cypermethrin dan profenofos itu menyebabkan air bekas pemadaman bercampur residu kimia masuk ke aliran Sungai Jaletreng, anak Sungai Cisadane, lalu mengalir ke hilir melalui jaringan air sungai yang lebih luas. Menurut keterangan resmi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Hanif Faisol Nurofiq, sekitar 20 ton pestisida terbakar dan menjadi sumber pencemaran yang kemudian terseret ke badan sungai.

“Ini kondisi yang sangat berdampak serius terhadap ekosistem perairan dan masyarakat di sekitarnya,” kata Hanif, seperti termuat dalam detiknews.com.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti kejadian ini dengan uji laboratorium dan kajian ilmiah, sekaligus evaluasi terhadap sistem pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3) di gudang-gudang industri.

Kementerian dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang juga sudah mengambil sampel air di berbagai titik hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan puluhan sampel ikan mati untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan akan dilanjutkan pada air di Sungai Jaletreng, air tanah di sekitar daerah terdampak, dan organisme perairan lainnya. Analisis ini melibatkan tenaga ahli toksikologi untuk menentukan tingkat kontaminasi dan potensi bahaya bagi manusia maupun ekosistem. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Hendri P. Syahputra, mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane sampai hasil uji laboratorium lengkap.

DUALISME OTORISASI DAN KETIDAKPASTIAN HUKUM ATAS TUMPANG TINDIH TANAH DI DALAM KAWASAN HUTAN

Dampak peristiwa ini juga dirasakan oleh layanan air bersih. Perumda Tirta Benteng, perusahaan daerah yang memasok air baku dari Sungai Cisadane untuk wilayah Kota Tangerang dan sekitarnya yang sempat menghentikan sementara pengambilan air baku dari Cisadane karena terdeteksi perubahan bau dan warna air. Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Effendi, mengatakan penghentian dilakukan demi keamanan pelanggan.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Distribusi dihentikan sementara sampai parameter kualitas air memenuhi baku mutu sesuai Permenkes,” kata Dody, Rabu (12/2).

“Yang harus diawasi adalah kemungkinan residu menetap di sedimen sungai. Proses pemulihan ekosistem tidak instan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Tihar Sopian, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan KLHK dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk melakukan netralisasi dan pengendalian sebaran limbah. “Kami lakukan pemasangan oil boom dan penyekatan di beberapa titik untuk membatasi penyebaran. Hasil uji laboratorium awal menunjukkan adanya peningkatan kadar bahan kimia, namun kami masih menunggu hasil final,” kata Tihar.

Dari sisi penegakan hukum, Polres Tangerang Selatan tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk manajemen dan petugas keamanan gudang. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto menyatakan penyelidikan telah dilakukan untuk memastikan adanya unsur kelalaian dalam sistem penyimpanan dan mitigasi kebakaran. “Kami masih mengumpulkan keterangan dan dokumen perizinan. Jika ada unsur pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Survei Indikator Politik dan Peluang Prabowo Dua Periode Membaca Arah Kepemimpinan Indonesia Raya Tahun 2029

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk sementara tidak memanfaatkan air sungai dan tidak mengonsumsi ikan hasil tangkapan dari wilayah terdampak hingga ada pengumuman resmi bahwa kondisi air telah kembali aman.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Sabtu, 14/02/2026
Imsak 04:30
subuh 04:40
dzuhur 12:10
ashar 15:23
maghrib 18:19
isya 19:30

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×