Jakarta, Ekspresi Indonesia—Dalam sebuah pernyataan yang sarat makna, Ketua DPRD DKI Jakarta, Bapak H. Khoirudin, menyampaikan harapan yang menggugah semangat kolektif warga ibu kota. Dengan nada tegas namun penuh kasih terhadap akar budaya, beliau menegaskan bahwa warga Jakarta—khususnya kaum Betawi—harus bangkit dan maju di tanah perjuangan Fatahillah ini.
“Ini menjadi spirit kita semua,” ujarnya. “Orang Betawi harus maju, harus tampil jadi tuan rumah yang berkelas dan elegan. Tugas kita hari ini adalah bertempur dan bersyukur. Itulah hidup yang punya arti.”
Pernyataan tersebut bukan sekadar motivasi, tetapi refleksi mendalam atas pentingnya semangat perjuangan di tengah kemajemukan Jakarta. Sebagai tuan rumah, masyarakat Betawi tidak berjalan sendiri. Justru dari tanah ini, mereka mengajak seluruh warga Jakarta—termasuk saudara-saudara dari suku Jawa, Sunda, Minang, Bugis, Tionghoa, hingga masyarakat asal Sumatra lainnya—untuk bersatu membangun Ibu Kota yang berkarakter dan maju.
Tanah Jakarta bukan hanya ruang geografis, melainkan ruang kolaborasi. Dari sejarah panjang Fatahillah hingga kompleksitas urban hari ini, Jakarta tumbuh berkat kontribusi semua anak bangsa. Kini, saatnya generasi muda tampil sebagai pelaku perubahan—bukan dengan keluh kesah, melainkan kerja nyata dan ketangguhan mental.
Pesan ini adalah seruan kebersamaan: bahwa kemajuan kota hanya bisa dicapai jika akar budaya lokal dijaga, dan keberagaman dijadikan kekuatan bersama. Di bawah kepemimpinan yang merakyat dan inklusif seperti Bapak H. Khoirudin, harapan itu menemukan bentuknya. Jakarta bisa maju karena semua bersatu.
Inilah saatnya kita menjadikan semangat Fatahillah bukan sekadar kenangan sejarah, tapi pijakan masa depan—di mana Betawi, Jawa, Sunda, orang Sumatra, dan seluruh elemen bangsa berdiri bersama, tegak, dan penuh syukur
(Mirza, S.Kom., M.I.Kom. Konsultan Founder & CEO Circle Indonesia)



Comment