Advertisement
Hikmah Oase
Home / Oase / Doa yang menggetarkan

Doa yang menggetarkan

Doa Yang Menggetarkan
Ilustrasi

(Kisah nyata dokter bedah warga negara Pakistan dan Seorang Wanita Tua yang terjadi di India)

Dokter Eishan yang dikenal luas di India sebagai dokter bedah, bergegas meninggalkan kediamannya menuju airport, agar tak ketinggalan pesawat yang akan membawanya ke Konferensi Ilmiah Internasional. Dimana ia akan menerima penghargaan atas karya-karya besarnya dalam bidang kedokteran.

Namun satu jam setelah pesawat mengudara, pilot mengumumkan adanya gangguan pada pesawat akibat sambaran petir, dan akan segera melakukan pendaratan darurat pada bandara terdekat.

Pesawat itu akhirnya dapat mendarat dengan selamat. Dr. Aeshan lalu menuju ruang informasi seraya berkata kepada petugas, “Aku adalah dokter internasional. Setiap menit bagiku sangat berharga bagi nyawa manusia. Dan kalian ingin agar aku tetap di sini selama 16 jam menunggu pesawat?”

“Dokter, bila Anda ingin tiba lebih cepat, Anda bisa menyewa mobil. Perjalanan ke tujuan Anda tidak terlampau jauh, dan bisa ditempuh 3 jam saja,” jawab petugas informasi menyarankan.

Kejagung Tangkap Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terkait Kasus Nikel

Walau tampak enggan, dokter Aeshan akhirnya menerima saran itu. Ia lalu menyewa sebuah mobil dan melakukan perjalanan darat. Di tengah jalan, cuaca tiba-tiba berubah tak bersahabat. Hujan lebat mengguyur, membuat jarak pandang sangat terbatas. Namun ia tetap melajukan kendaraannya walau sangat lambat. Setelah 2 jam perjalanan di bawah derasnya hujan, ia pun menghentikan kendaraannya. Selain rasa lelah yang mendera tubuhnya, ia juga yakin telah tersesat.

Ia tepat berhenti di hadapannya sebuah gubuk kecil. Ia pun turun dari mobilnya lalu mengetuk pintu rumah itu. Terdengar suara wanita paruh baya berkata, “Ya, silahkan masuk, pintu terbuka.” Dokter Eishan pun masuk dan meminta kepada pemilik rumah yang ternyata lumpuh itu agar dapat menggunakan telepon rumahnya. Wanita tua itu hanya tertawa seraya berkata, “Telepon apa, Nak?! Tidakkah engkau lihat dimana saat ini kau berada? Di sini tak ada listrik, juga telepon. Sebaiknya engkau istirahat saja dahulu. Buatlah segelas teh hangat, dan di sana ada sedikit makanan yang engkau bisa makan untuk mengembalikan kekuatanmu.”

Dr. Aeshan pun berterima kasih kepada wanita tua itu dan menikmati makanan yang tersedia. Sementara sang Pemilik rumah menunaikan shalat dan memanjatkan doanya. Yang tiba-tiba menarik perhatian dokter Aeshan adalah, ketika wanita renta itu selalu saja menggoyangkan tubuh seorang anak kecil yang tertidur di dekatnya tanpa bergerak sedikit pun setiap selesai shalat. Itulah yang dilakukannya sebelum melanjutkan shalatnya, lalu mengiringinya doa yang panjang.

Pemandangan itu membuat dr. Aeshan berdiri dan mendekati wanita itu dan berkata, “Demi ALLah.! Aku sungguh jadi malu karena kedermawanan dan kemuliaan akhlakmu. Semoga ALLah Ta’ala mengabulkan permohonanmu.”

Wanita tua itu pun berkata, “Nak, adapun engkau seorang Ibnu Sabil yang ALLah wasiatkan tentangmu. Adapun doa-doaku, telah diijabah oleh ALLah Ta’ala seluruhnya, keculai satu saja..”

Bangkit Dari Krisis: Memulihkan Kepercayaan Publik

“Doa apakah itu, Bu?” Tanya dokter Eishan.

“Anak kecil yang engkau lihat ini adalah cucuku yang telah yatim piatu. Ia tertimpa penyakit yang tidak bisa disembuhkan, sebagaimana kata para dokter kami di sini yang sudah tak sanggup lagi mengobatinya. Namun ada yang berkata padaku, bahwa seorang dokter spesialis bedah mampu mengobatinya. Namanya dokter Aeshan. Hanya saja ia tinggal jauh dari sini. Dan aku pun tiada sanggup membawa anak ini ke sana. Khawatir membuatnya kian menderita. Karena itu aku tiada putus memohon kepada-Nya semoga IA mudahkan urusanku.”

Dan meledaklah tangis dokter Aeshan mendengar ucapan wanita itu, dan berkata, “Demi ALLah..! Doa yang ibu panjatkan membuat pesawat terganggu penerbangannya, petir menyambar dan langit curahkan hujan deras. Semua itu terjadi guna mengantarkanku kepadamu. Demi ALLah..! Sebelumnya aku tak pernah meyakini, bahwa ALLah menciptakan asbab serupa ini bagi hamba-Nya yang beriman melalui doa yang dipanjatkannya.”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Oase menyuguhkan tulisan sebagai bahan renungan keseharian kita

Imsakiyah Ramadhan 2025

KOTA JAKARTA, DKI JAKARTA - Sabtu, 18/04/2026
Imsak 04:28
subuh 04:38
dzuhur 11:56
ashar 15:14
maghrib 17:54
isya 19:03

Berita Populer







Berita Terhangat








×
×