Kisah ini berawal ketika saya mengunjungi seorang kawan di rumahnya, sambil silaturahim saya ingin mengajaknya berbisnis…
“Pak ayo ikut bisnis dengan saya!”
“Oh maaf, saya tidak bersedia.” Jawabnya mantap.
Mendapat jawaban yang tidak koperatif, kemudian saya bertanya, “Kenapa?”
Respon kali ini sungguh di luar nalar.
“Saya takut kaya.”
Saat itu saya kaget ternyata ada orang yang takut kaya.
Tentu dia sangat paham, kalau menjalankan bisnis resikonya bisa kaya.
Lalu saya tanya lagi, “Kenapa Anda takut kaya?”
“Saya khawatir nanti terjerumus hubbud dunya cinta dunia.
Dalam hati saya berkata,” Luar biasa kawan ini, ia orang shaleh.”
Saya berdoa dalam hati, “Ya Allah sesungguhnya orang shaleh seperti inilah yang harusnya kaya.”💰💰💰
Karena kalau kekayaan dipegang oleh orang-orang shaleh, insyaa Allah rahmatan lilalamin.
Tapi sayangnya orang shalehnya tidak mau kaya. Sementara orang kayanya tidak mau shaleh. 👳
Kemudian saya lanjut bertanya, “Apakah hubbud dunya penyakitnya orang kaya saja?”
“Tidak. Orang miskinpun banyak yang menderita penyakit hubbud dunya” Jawabnya dengan penuh keyakinan.
‘Kalau begitu masalahnya bukan pada ‘kaya’ atau miskinnya, tapi bagaimana penyikapan kita terhadap harta.” Sergah saya
Dengan alasan ini banyak Umat Islam..
Tdak mau bekerja.
Tidak mau bekerja keras. Tidak mau berusaha menjadi orang kaya.
Tidak mau menjadi orang besar.
Umat Islam terlalu besar untuk punya cita-cita kecil
Umat Islam harus kaya seperti kayanya Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq.
Seperti kayanya Sayyidina Umar Bin Khattab
dan seperti kayanya Sayyidina Utsman Bin ‘Affan.
Rasulullah Saw mengajarkan kita untuk berdoa,
“Ya Allah. Aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran dan aku berlindung dari azab kubur.”
Yang menjadi masalah bukan seberapa banyak kita mendapatkan uang tapi uang itu dari mana dan untuk apa disalurkan.
Rasulullah Saw bersabda, “Kita tidak boleh iri kecuali pada tiga orang.”
Pertama, orang berilmu yang mengamalkan dan mengajarkannya.
Kedua. Orang yang mati syahid.
Ketiga. Orang kaya yang dermawan.
Ingatlah kita adalah harapan masa depan umat.
Bangkit
Harapan itu pasti ada.
Allah bersama kita.🤲



Comment