Jakarta, Ekspresi Indonesia – Gelombang aksi mahasiswa di Jakarta berlanjut. Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026) sore. Aksi ini membawa Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) sebagai bentuk evaluasi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai belum menunjukkan keberpihakan pada rakyat.
Seruan aksi disampaikan oleh Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti melalui akun Instagram resmi @kepresmausakti. Mahasiswa dijadwalkan berkumpul di kawasan kampus Grogol, Jakarta Barat, mulai pukul 10.00 WIB sebelum melakukan long march menuju kawasan Istana Negara. Namun di lapangan, massa sempat tertahan di beberapa titik penyekatan aparat di Jalan Kebon Sirih dan MH Thamrin sebelum akhirnya dipusatkan di Jalan Medan Merdeka Selatan.
Pantauan di lokasi, polisi menutup Jalan Medan Merdeka Selatan arah Tugu Tani menggunakan pagar besi pada pukul 15.25 WIB menjelang aksi. Polda Metro Jaya menyebut terdapat 61 titik penyampaian pendapat di Jakarta pada Kamis tersebut, selain 17 kegiatan masyarakat lainnya, sehingga pengamanan diperketat dengan melibatkan personel Polri, TNI, dan Pemprov DKI Jakarta.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa merumuskan Tritura sebagai kerangka utama. Tuntutan pertama adalah pemulihan ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan nasional. Mahasiswa menilai lima sektor tersebut mengalami kemunduran dan membutuhkan perhatian serius pemerintah. Tuntutan kedua adalah pemberantasan inkompetensi pejabat negara dan penghapusan rangkap jabatan pejabat publik yang dinilai mencederai profesionalisme birokrasi.
Sementara tuntutan ketiga adalah penegakan supremasi sipil. Mahasiswa menegaskan prinsip supremasi sipil harus menjadi landasan penyelenggaraan negara, bukan sebaliknya. Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, menyatakan aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk mengawasi pemerintah agar kebijakannya berpihak kepada kepentingan rakyat.
Menurut Arief, aksi Tritura ini melanjutkan gelombang aksi #IndonesiaSadar yang sebelumnya digelar BEM UI dan elemen masyarakat sipil pada peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Pada aksi sebelumnya, massa membawa lima tuntutan rakyat (LAPAR) yang mencakup desakan penetapan status bencana nasional untuk kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pengadilan korporasi, hingga evaluasi Kabinet Merah Putih.
Hingga Kamis sore, belum ada tanggapan resmi pemerintah terhadap Tritura Trisakti. Namun aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal dan melakukan tekanan berlanjut jika tuntutan tidak digubris.



Comment