Foto—Aksi demonstrasi 214 yang menuntut penangkapan Gus Fuad Plered. (Sumber: depokraya.pikiran-rakyat.com)
Jakarta, Ekspresi Indonesia — Sekelompok massa yang tergabung dalam Aksi 214 menggelar demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (21/4/2025). Aksi tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk segera memproses secara hukum seorang tokoh yang mereka anggap kontroversial, yakni Fuad Cucu Warsinah atau yang dikenal dengan sebutan Gus Fuad Plered.
Berdasarkan pantauan Ekspresi Indonesia di lokasi, hingga pukul 15.01 WIB, jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 500 hingga 750 orang. Massa memenuhi kedua jalur utama di sekitar Mabes Polri, yang menyebabkan arus lalu lintas dari arah Gedung Bareskrim ke Jalan Senopati maupun sebaliknya terputus total. Tidak ada kendaraan yang bisa melintas di depan Mabes Polri dan Kantor Pusat PLN.
Dalam orasinya, massa menyampaikan kekhawatiran terhadap keberadaan Fuad, yang dituding memiliki keterkaitan dengan ideologi terlarang di masa lalu. Mereka menilai, kehadiran figur tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat dan mengancam stabilitas sosial.
“Negara tidak boleh membiarkan tokoh yang memecah belah umat terus menyebarkan provokasi. Jika hukum tidak ditegakkan, masyarakat bisa bertindak sendiri,” ujar seorang orator dari atas mobil komando.
Ketua Umum DPP Pejabat (Pengacara & Jawara Bela Umat), Ustad Eka Jaya, yang turut hadir dalam aksi tersebut, juga meminta Polri agar mengambil langkah tegas terhadap Fuad. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan adil demi menjaga wibawa institusi negara dan kedaulatan NKRI.
Di tengah aksi, peserta juga membentangkan sejumlah spanduk dengan berbagai pesan tuntutan. Beberapa di antaranya memuat seruan bernada keras yang mencerminkan kemarahan dan kekecewaan massa terhadap situasi yang dianggap tidak kunjung ditangani.
Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Tidak terlihat adanya tindakan anarkistis, namun kepolisian tetap melakukan pengamanan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
(Damar L.R.)



Comment