Jakarta, ekspresiindonesia.com – Saat ditemui di sela-sela istrirahat, sekelompok driver ojol yang sedang ngopi, mengeluhkan tarif pengantaran paket yang tidak rasional.
Saat dikonfirmasi, kenapa tarif pengantaran paket tidak rasional?, salah satu driver ojol menyampaikan bahwa, secara kilometer normal, pendapatan bersih rata kurang lebih dua ribu rupiah per kilometer namun ada beberapa hal yang menurut kami sangat merugikan driver pungkasnya.
Lanjut driver yang dikonfirmasi, hal-hal yang merugikan driver diantaranya, saat order masuk, dari titik order masuk menuju titik pickup jarak bisa sampai 3 Km, kemudian setelah sampai ke titik pickup, cotummer dihubungi lama baru respon, dan jika pickupnya di apartemen, hotel atau kantoran, tempat pengambilan paket jauh dari lokasi parkir motor, terlebih ada parkiran berbayar, sementara jika paket ambil di tempat penitipan paket otomatis tidak dapat biaya parkir, nah dari pickup aja kami sudah rugi biaya maupun waktu pungkas salah satu driver tersebut.
Lanjut salah satu deriver lainnya menyampaikan, begitu pula saat paket dikirim terkadang titik di map tidak sesuai dengan lokasi penerima, sehingga harus tanya-tanya alamat ke warga sekitiar, udah gitu penerima paket dihubungi melalu aplikasi lama direspon, begitu pula pengiriman paket ke apartemen, hotel maupun kantoran, costummer lama baru merespon, atau misalkan pada lokasi tersebut ada tempat penitipan barang, rata2 dari lokasi parkir ke lokasi penitipan barang lumayan jauh, sehingga kami saat dirugikan dari segi waktu dan tenaga tutupnya.
Akhir obrolan dengan para driver ojol, mereka berharap ada ruang untuk dapat berkomunikasi dengan pihak aplikator untuk mencari solusi terkait permasalahan-permasalaham yang terjadi di lapangan yang dianggap sangat merugikan driver baik dari sisi waktu tenaga maupun pendapan yang diperoleh.



Comment